Surabaya, 18/10 (Antara) - Jalan layang atau "flyover" rute pintu keluar Pelabuhan Teluk Lamong menuju tol Surabaya-Gresik sepanjang 4,4 kilometer yang dibangun untuk mengantisipasi kemacetan, sudah mendapatkan izin analisis dampak lalu lintas (Andalalin) dari Kementrian Perhubungan.

Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Edi Priyanto, Minggu mengatakan usai mencapatkan izin Andalalin, berikutnya yang ditunggu dan masih dalam proses penyelesaian adalah izin analisis dampak lingkungan (Amdal) dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jatim.

"Untuk 'basic design' dan izin prinsip dari Kementrian Pekerjaan Umum serta izin Andalalin dari Kementrian Perhubungan telah didapatkan," ucapnya dikonfirmasi di Surabaya.

Edi mengharapkan, setelah  keluar izin amdal prosesnya akan dipercepat dengan pelelangan pengerjaan flyover dengan sistem desain dan bangunan yang telah disiapkan kontraktor. Selanjutnya, diajukan persetujuan ke Dirjen Bina Marga sebelum dimulai pembangunannya.

"Pada prinsipnya kita berharap bisa segera selesai dan beroperasi, dan setelah pembangunan flyover selesai seluruh aset bangunan jalan flyover diserahkan dari Pelindo III kepada Kementrian Pekerjaan Umum dengan pengelola Direktorat Jenderal Bina Marga," katanya.

Ia mengatakan, keberadaan flyover dari Terminal Teluk Lamong nantinya akan tersambung dengan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), serta tersambung dengan tol Surabaya–Gresik dengan total panjang mencapai 4,4 kilometer.

"Jalan tersebut terdiri dari dua jalur, masing-masing jalur terdiri dari dua lajur yang digunakan untuk kendaraan roda empat/lebih dengan lebar masing-masing 3,5 meter, dan satu jalur digunakan untuk sepeda motor dengan lebar 2 meter. Sehingga jalan yang akan dibangun Pelindo III panjangnya mencapai 2,4 km dengan lebar jalan mencapai 20 meter," katanya.

Ia mengatakan pembangan flyover adalah bagian dari konektivitas moda transportasi dari dan ke Terminal Teluk Lamong, dan rancangan yang dilakukan adalah dengan multimoda transportasi.

Edi menjelaskan, multimoda transportasi yakni pertama menggunakan jalan keluar melalui Tambak Osowilangun, kemudian flyover yang menghubungkan tol Surabaya-Gresik, dan menggunakan jalur kereta api serta monorel peti kemas.(*)


Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015