Lumajang (Antara Jatim) -  Kabupaten Lumajang, Jawa Timur,  kini memiliki 48 lumbung pangan yang tersebar di 21 kecamatan di kabupaten setempat guna mendukung ketersediaan pangan di masyarakat.

"Saat ini Lumajang telah memilki 48 bangunan lumbung pangan, namun jumlah tersebut masih kurang karena masih banyak desa yang belum memiliki gudang lumbung pangan," kata Kepala Kantor Ketahanan Pangan Lumajang, Hairil Diani, di Lumajang, Rabu.

Menurut dia, keberadaaan lumbung pangan sangat penting guna mewujudkan ketersediaan pangan di Kabupaten Lumajang, sehingga diharapkan pengelolaan lumbung pangan bisa berjalan secara berkelanjutan.

"Ketersediaan pangan yang ada di masyarakat dipenuhi oleh tiga komponen seperti produksi, pasokan dan cadangan pangan," katanya.
 
Komponen cadangan pangan, lanjut dia, memang sangat penting guna menjaga agar tidak terjadi kesenjangan dan  persiapan menghadapi kelangkaan pangan jika  terjadi gangguan bencana alam dan lainnya.
 
"Satu lumbung pangan baru diresmikan oleh Bupati Lumajang As'at Malik di Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun pada Selasa (9/6). Lumbung pangan itu milik Kelompok Tani UMMAT," tuturnya.

Dalam sambutannya, Bupati As'at mengatakan lumbung pangan sebagai tempat penyimpanan cadangan gabah dan lainnya sudah ada sejak zaman dulu yang dimanfaatkan oleh para petani, namun saat ini keberadaan lumbung pangan tersebut tidak aktif lagi.

"Para petani bisa kembali menggiatkan lumbung pangan guna menyimpan cadangan pangan yang ada. Mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik agar tidak terjadi kesulitan pangan ketika musim paceklik," katanya.

Ia menjelaskan ketahanan pangan harus terus diperkuat dengan cadangan pangan karena produk pangan itu bersaing dengan pangan impor yang banyak beredar di pasaran. 

"Pemerintah mempunyai kewajiban untuk mencanangkan ketahanan cadangan pangan di masyarakat, sehingga dengan hadirnya lumbung pangan itu diharapkan bisa berfungsi ketika paceklik, sehingga akan bisa memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan," ucapnya.(*) 


     

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015