Kediri (Antara Jatim) - Lebih dari 50 buruh PT Koreana Seed Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berunjuk rasa di depan kantor pemda kabupaten setempat, meminta pemda membantu penyelesaian upah mereka yang belum dibayarkan puhak perusahaan.

"Belum ada pesangon, dan beberapa rekan kami juga belum diberikan kekurangan upah dan cuti hamil," kata  Sekretaris Serikat Buruh Tempat Kerja Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia (SBTK PPBI) PT Koreana Seed Indonesia Mujiatun, saat unjuk rasa, Selasa.

Ia mengatakan,  ada 135 buruh yang tidak dipekerjakan tanpa alasan yang jelas.  Kekurangan upah itu adalah hak para buruh yang harus diberikan, namun sampai saat ini masih ada yang belum dibayarkan, yaitu dua orang yang belum mendapatkan kekurangan upah serta sembilan orang upah cuti hamil.

Upah itu merupakan kekurangan pada 2013 dan 2014, yang belum dibayarkan sampai sekarang. Secara nominal, kekurangan upah itu bervariatif, antara ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

Ia mengatakan, buruh sudah tidak dipekerjakan lagi sejak Desember 2014 tanpa ada kejelasan dari kantor. Mereka mayoritas buruh yang tergabung dalam serikat pekerja, dan sejak tidak dipekerjakan tanpa alasan yang jelas, mereka tidak mendapatkan upah.

Mujiatun mengatakan, masa kerja para buruh yang tidak diperjakan tanpa alasan yang jelas itu relatif lama, bahkan ada yang sampai belasan tahun. Selama masa kerja itu, mereka juga tidak melakukan kontrak hitam di atas putih, namun hanya melalui lesan dipekerjakan.

Selain tidak ada status pasti, upah yang mereka dapatkan juga di bawah UMK. Mereka mendapatkan upah hanya Rp900 ribu saja per bulan, padahal UMR Kabupaten Kediri pada 2014 lebih dari Rp1 juta.

Ia dengan rekan-rekannya meminta pemerintah daerah dengan tegas membantu penyelesaian masalah mereka. Beberapa kali mereka unjuk rasa, tapi belum ada kejelasan, bahkan dari pihak pabrik pun belum ada niatan baik untuk menyelesiakan masalah upah tersebut.

"Alasan pailit yang dikemukakan, sehingga kami tidak dipekerjakan. Kami berharap, pemerintah membantu penyelesian masalah ini," katanya.

Ia juga berharap, para buruh dipekerjakan kembali, mengingat selama ini mereka bekerja dengan baik pada perusahaan dan mendedikasikan diri demi kemajuan perusahaan.

Unjuk rasa itu dilakukan di depan kantor Pemkab Kediri, Jalan Soekarno Hatta. Mereka membawa berbagai macam selebaran dan spanduk yang isinya tuntutan mereka. (*)









Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015