Malang (Antara Jatim) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak di sejumlah gudang beras yang ada di daerah itu guna menelusuri kemungkinan adanya indikasi penimbunan beras. "Selain untuk mengetahui penyebab kenaikan harga beras di pasaran yang cukup signifikan selama dua pekan terakhir ini, kami juga ingin menelusuri apakah ada upaya penimbunan beras oleh pedagang atau tidak," kata Kepala Disperindag Kota Malang Tri Widyani di sela-sela inspeksi mendadak di gudang beras di kawasan Blimbing, Senin. Berdasarkan hasil pantauan dan inspeksi mendadak di sejumlah gudang beras tersebut, katanya, kenaikan harga beras terjadi karena kekosongan stok beras di gudang. Kekosongan stok beras di gudang itu disebabkan harga beras dari pabrik penggilingan cukup mahal, sehingga distributor pun enggan membeli beras, sehingga terjadi kekosongan stok di sejumlah gudang. Menyinggung adanya indikasi penimbunan beras yang dilakukan pedagang atau pemilik gudang, Tri Widyani yang akrab dipanggil Yani itu, mengaku masih belum bisa memastikan, sebab pihaknya masih akan melakukan inspeksi mendadak lebih lanjut guna membuktikan ada tidaknya penimbunan beras. Jika ada pelanggaran, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian. "Jika ada pelanggaran pidana kami tidak punya kewenangan, sehingga kami serahkan sepenuhnya kepada polisi untuk diproses lebih lanjut. Kami hanya memeriksa administrasinya saja," tegas Yani. Yani mengaku pihaknya belum menemukan adanya kejanggalan ataupun dugaan penimbunan beras yang dilakukan distributor. Setiap pedagang mempunyai pangsa pasar tersendiri, karena pengiriman antara satu dengan yang lainnya tidak sama jumlah stoknya. "Pemasoknya pun lain dan tidak sama, ada pangsa pasar sendiri, kebanyakan mereka ambil dari petani atau pabrik secara langsung," tegasnya. Padahal, di gudang yang menjadi sasaran inspeksi mendadak ditemukan ada timbunan stok beras hingga 50 ton sampai 60 ton. Bahkan, Disperindag masih akan berkordinasi dengan kepolisian yang turut dalam inspeksi mendadak tesrebut dan apabila ditemukan kejanggalan, selanjutnya akan diproses aparat berwenang. Sementara itu, pemilik gudang beras Sunandar Priyo Sudarmo, Lilik mengakui pihaknya sengaja tidak mengambil beras dari pabrik karena harganya sangat mahal. "Saya tidak pesan beras karena harga naik, sehingga otomatis stok beras kosong dan biasanya petani juga ada yang menawarkan beras ke kami, tetapi saat ini sepi tawaran," ujarnya. (*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015