Lumajang (Antara Jatim) - Pabrik Gula Djatiroto di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjual gula kepada pembeli tanpa melalui proses lelang dengan harga Rp7.900 per kilogram. "Ada pembeli di Surabaya yang menawar harga gula kami tanpa proses lelang sebanyak 9.003 ton," kata salah seorang sinder PG Djatiroto saat melakukan Forum Pertemuan Kemitraan antara PG dengan petani di Lumajang, Kamis. Gula petani menumpuk dan belum terjual di PG Djatiroto sebanyak 12.000 ton lebih karena pada proses lelang di Surabaya tidak ada pembeli yang menawar gula PG Djatiroto dengan harga tinggi. "Pembelian gula sebanyak 9.003 ton itu dibayar tunai, sehingga proses penjualan gula tanpa lelang itu mungkin satu-satunya di Jatim," tuturnya. Data di PG Djatiroto tercatat jumlah gula selama musim giling tahun 2014 sebanyak 50.000 ton gula dan hingga akhir Desember 2014, tercatat sisa gula yang ada di PG setempat sebanyak 12.000 ton lebih. "Kami sudah menjelaskan kepada para petani terkait dengan penjualan gula tanpa proses lelang itu karena ada penawaran dari pihak pembeli di Surabaya, sehingga semuanya sudah jelas," katanya. Sementara Sekretaris Himpunan Petani Tebu Rakyat (HPTR) Lumajang Budhi Susilo mengatakan pihaknya sudah mendapat penjelasan dari PG Djatiroto terkait dengan penjualan gula tersebut. "Pada saat proses lelang memang tidak menutup kemungkinan ada mafia gula yang terlibat di sana, sehingga gula petani Lumajang tidak laku dengan harga tinggi. Kalau dilelang dengan harga rendah, maka petani akan rugi," tuturnya. Ia mengatakan penjualan gula tanpa proses lelang yang dilakukan PG Djatiroto mungkin menjadi sejarah pergulaan karena pembeli melakukan pembayaran secara tunai kepada pihak PG. "Petani berharap pemerintah membatasi gula impor yang masuk ke Indonesia, agar harga gula tetap stabil dan gula petani laku di pasaran," katanya. Sisa gula PG Djatiroto, lanjut dia, dijual ke pasar lokal karena penawaran harga gula dalam lelang di Surabaya sangat rendah, sehingga petani merugi.(*)

Pewarta:

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015