Surabaya (Antara Jatim) - Tim bulu tangkis Jawa Timur membidik sedikitnya satu medali emas pada ajang Prima-A Kejuaraan Nasional Perorangan Taruna 2014 di GOR Katiasa, Cirebon, Jawa Barat, 10-14 Desember. Manajer tim bulu tangkis Jatim Martinus Rudianto kepada wartawan di Surabaya, Minggu, mengatakan sebanyak 21 orang atlet, terdiri atas 11 putra dan 10 putri telah disiapkan untuk menghadapi kejuaraan tahunan kalender PP PBSI tersebut. "Mereka adalah atlet-atlet terbaik yang terjaring melalui ajang kejuaraan daerah dan telah menjalani pemusatan latihan yang ditangani oleh tiga orang pelatih," katanya setelah pelepasan atlet bulu tangkis asal Surabaya yang tergabung dalam tim Jatim. Ia mengatakan nomor ganda campuran menjadi andalan untuk mengejar medali emas, karena peluangnya lebih besar dibandingkan dengan nomor lain, seperti ganda putra dan ganda putri serta nomor tunggal. "Tapi, kami juga berharap ada kejutan dari nomor tunggal putra dan putri serta ganda putri, meskipun persaingannya sangat berat. Paling tidak, satu emas dan satu perak bisa dibawa pulang," tambahnya. Dalam acara pelepasan tersebut, hadir Ketua PBSI Kota Surabaya Abdul Chodir dan para pembina klub yang atletnya berlaga di kejurnas, yakni Yacob Rusdianto (PB Jaya Raya Suryanaga), Ferry Setwart (PB Hi-Qua Wima) dam Eddyanto Sabarudin (PB Citra Raya Unesa). Abdul Chodir yang juga pemilik PB Surya Baja Surabaya mengingatkan seluruh atlet untuk mengobarkan semangat tempur saat berlaga di kejurnas, karena mereka membawa nama baik Jatim. "Saya patut berbangga karena lebih dari separuh kekuatan tim Jatim berasal dari Surabaya. Tapi, saya juga minta para atlet untuk membuktikan kemampuan terbaiknya di kejurnas nanti, karena mereka adalah atlet-atlet pilihan terbaik," kata Chodir. Menurut Chodir, PBSI Kota Surabaya juga telah menyiapkan bonus khusus jika para atlet berhasil pulang membawa medali emas kejurnas. "Yang terpenting jangan pantang menyerah," tambahnya. Pembina PB Hi-Qua Wima Surabaya Ferry Stewart menilai kemampuan dan kualitas pebulu tangkis Jatim tidak kalah dibanding daerah lain yang menjadi pesaing, namun faktor mental sering menjadi kendala saat di lapangan. "Mental anak-anak sering 'down' (turun) duluan ketika bertemu lawan dari klub besar, seperti Djarum, Jaya Raya atau Tangkas, sehingga hal itu memengaruhi permainan. Oleh karena itu, mental tanding harus dipompa terus sebelum berlaga," ujar Ferry. Sementara itu, Ketua Umum PB Jaya Raya Suryanaga Yacob Rusdianto berharap PBSI Surabaya terus meningkatkan program pembinaan untuk melahirkan atlet-atlet muda potensial melalui sinergi berkelanjutan dengan klub-klub. "Saya selalu optimistis bulu tangkis Surabaya dan Jatim akan bisa kembali berjaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Mudah-mudahan target satu medali emas di kejurnas nanti bisa diwujudkan oleh para atlet," kata mantan Ketua Umum PBSI Jatim itu. (*)

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014