Ngawi (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jatim, melakukan sosialisasi kepada petani tembakau dan industri rokok di wilayah setempat, untuk memproduksi tembakau dengan pengusahaan tembakau berkadar nikotin rendah. Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian, Kabupaten Ngawi, Sri Wahyuni, Rabu, mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari implementasi program pemerintah yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). "Kegiatan sosialisasi itu sebagai upaya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan potensi yang ada. Terutama untuk mengembangkan industri hasil tanaman tembakau dengan kadar tar dan nikotin rendah sesuai harapan kesehatan," ujar Sri Wahyuni kepada wartawan. Menurut dia, hal-hal yang dibahas dalam sosialisasi tersebut antara lain, residu kimia pada tembakau serta sistem pengendalian mutu hasil tembakau. Kemudian, juga dibahas tentang "good manifacturing practise" (GMP) untuk pabrik rokok agar mampu bersaing di dunia bisnis serta standar mutu bahan baku rokok. "Sosialisasi ini juga merupakan salah satu bukti bahwa DBHCHT manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," kata dia lebih lanjut. Di samping sosialisasi tersebut, masih banyak kegiatan lain yang dananya bersumber dari DBHCT oleh sejumlah dinas yang memperoleh jatah. "Kami rutin melakukan evaluasi pemanfaatan DBHCHT agar semakin besar nilai manfaatnya bagi masyarakat dalam mendukung ekonomi kerakyatan sesuai amanat UU Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan UU Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai," katanya. (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014