Kediri (Antara Jatim) - Sejumlah relawan pengungsi erupsi Gunung Sinabung di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, belajar penanganan evakuasi saat erupsi Gunung Kelud (1.731 mdpl) di Kabupaten Kediri, yang dinilai cepat dan tanpa ada korban jiwa.
Sekretaris posko pengungsian erupsi Gunung Sinabung Rosmalia, Jumat, mengatakan berharap proses evakuasi korban erupsi Gunung Sinabung bisa seperti di Kediri. Para pengungsi sudah cukup lama, sampai sekitar satu tahun sejak gunung itu erupsi, dan belum mendapatkan perhatian serius.
"Sudah satu tahun sejak mulainya, 15 September 2013, sampai sekarang dan kesannya ada pembiaran oleh pemerintah," katanya ditemui dalam kegiatan lokakarya kebencanaan yang diselenggarakan oleh AIFDR-BNPB di Kediri, Jumat.
Pihaknya menyebut, pembiaran itu karena lama tidak ada keputusan pemerintah. Ia berkaca pada proses evakuasi pengungsi Gunung Kelud yang dinilai cepat dan mendapatkan tempat pengunsian yang aman.
Para pengungsi erupsi Gunung Sinabung juga berharap mereka bisa direlokasi ke tempat yang lebih aman. Saat ini, yang mereka butuhkan adalah tempat relokasi, sebab tempat tinggal sebelumnya sudah tidak aman, serta logistik.
Rosmalia mengaku sangat menyambut baik kedatangan Presiden Jokowi ke lokasi bencana erupsi Gunung Sinabung. Presiden juga menjanjikan tempat relokasi, dan para pengungsi pun juga berharap hal itu secepatnya bisa direalisasikan.
Pihaknya prihatin dengan kondisi para pengungsi. Terdapat sejumlah pengungsi yang diperbolehkan pulang, tapi untuk aktivitas pendidikan ternyata juga belum bisa berjalan, sehingga anak-anak pun juga tidak dapat sekolah.
Ia berharap, dengan kebijakan Presiden yang ternyata segera ditanggapi dengan cepat oleh jajaran di bawahnya membawa angin segar bagi para pengungsi. Nasib mereka selama ini terkatung-katung tanpa ada kejelasan.
Walaupun mereka mendapatkan uang untuk tunjangan hidup, jumlahnya dinilai belum mencukupi kebutuhan. Nominal uang Rp300 ribu per bulan itu masih dinilai terlalu kecil dan tidak cukup untuk mengontrak rumah. Selain itu, mereka juga sudah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk logistik, sehingga mereka juga harus bekerja seadanya untuk memenuhi kebutuhan.
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan untuk mengetahui lebih detil masalah penanganan korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (29/10). Saat ini, pengungsi Sinabung mencapai 3.284 jiwa (1.018 KK) dan tersebar di 12 titik pengungsian. Presiden Jokowi memerintahkan agar mempercepat relokasi Sinabung. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014