Malang (Antara Jatim) - Sebanyak 12 dari 16 kamera pengintai atau close circuit television (CCTV) di Balai Kota Malang, Jawa Timur, tidak berfungsi sehingga sistem pengamanan di lingkungan pemkot menjadi lemah. "Saya sangat kecewa dengan lemahnya sistem pengamanan di lingkungan balai kota ini, karena banyaknya kamera pengintai yang tidak berfungsi. Akibat banyaknya kamera pengintai yang tidak berfungsi itu, balai kota bisa kemalingan," tegas Wali Kota Malang Moch Anton, Jumat. Anton mempertanyakan bagaimana sistem keamanan di lingkungan Balai Kota Malang tersebut, sampai bisa terjadi pencurian dan yang membuat politisi dari PKB itu bingung, kenapa 12 dari 16 kamera pengintai tidak berfungsi secara bersamaan. Ia sudah menanyakan masalah tersebut kepada sejumlah pegawai dan mendapat laporan jika tidak berfungsinya 12 CCTV itu dikarenakan adanya pembongkaran gedung di bagian umum. Selama proses renovasi, sejumlah kamera pengintai dimatikan dan kembali dinyalakan setelah renovasi tuntas. Dengan adanya kejadian pencurian tersebut, sistem pengamanan di lingkungan Balai Kota Malang akan diperketat. Menyinggung adanya keterlibatan orang dalam pada kasus pencurian di Bagian Umum tersebut, Anton menyatakan tidak tahu dan saat ini kasusnya ditangani pihak kepolisian. "Kami berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi dan sistem pengamanan harus diperketat," tegasnya. Ruang bagian penyimpanan barang dan arsip di Bagian Umum Pemkot Malang, Kamis (21/8) dibobol pencuri, akibatnya uang tunai senilai Rp21 juta yang akan digunakan untuk membayar rapelan pegawai, hilang.(*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014