Pamekasan (Antara Jatim) - Sebanyak 33.326 warga Pamekasan, Jawa Timur, hingga kini masih belum bisa membaca dan menulis alias buta huruf, kata Kasi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Pamekasan Sujud. "Jumlah warga buta huruf sebanyak 33.326 orang ini tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan," kata Sujud kepada Antara, Jumat. Warga Pamekasan yang terdata buta huruf itu antara umur 15 tahun hingga 90 tahun dan mereka adalah warga yang putus sekolah, bahkan sebagian diantaranya tidak pernah menempuh pendidikan formal sama sekali. Dari jumlah warga buta huruf sebanyak 33.326 orang ini, sekitar 75 persen diantara masih dalam usia produksi, sedangkan, 25 persen sisanya sudah masuk dalam kategori lanjut usia. Menujut Sujud, jumlah warga buta huruf di Pamekasan kali ini sudah berkurang dibanding sebelumnya. Pada tahun 2005, Disdik Pamekasan mencatat, jumlah warga yang buta huruf mencapai 80.895 orang. "Jumlah warga buta huruf ini menjadi berkurang, berkat kegiatan pemberantasan buta huruf yang dicanangkan pemerintah melalui program keaksaraan fungsional (KF)," terang Sujud. Tahun ini, kata dia, Disdik Pamekasan menargetkan sebanyak 5.960 dari total jumlah warga buta huruf sebanyak 33.326 orang itu, bisa baca tulis, atau bebas dari buta huruf. "Harapan kami pada akhir 2014 ini, warga Pamekasan yang buta huruf akan berkurang menjadi 27.366 orang," kata Sujud. Sementara itu, dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan, jumlah warga buta huruf terbanyak di Kecamatan Batumarmar sebanyak 12.614 orang, lalu Kecamatan Pasean sebanyak 6.040 orang, dan yang ketiga ialah warga Kecamatan Waru, yakni sebanyak 5.233 orang. (*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014