Surabaya (Antara Jatim) - Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya mengkritisi pendirian Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kota Pahlawan tidak merata.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Syaifudin Zuhri, Minggu, mengaku tidak tahu kebijakan Pemkot Surabaya sehingga pendirian SMKN tak merata di Surabaya, sehingga wilayah Surabaya Barat tertinggal dalam urusan pembangunan SMKN.
"Saya mendengar akan dibangun SMKN di kawasan Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo. Namun, hingga kini belum jelas pembangunannya. Padahal, kebutuhan SMKN di sana sangat tinggi," katanya.
Selain itu, Pemkot Surabaya berencana mendirikan SMKN di Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri, namun gagal dilaksanakan. Hanya saja, jika dibangun di sana, kata dia, lokasinya terlalu jauh karena lebih dekat dengan Surabaya Selatan. Selain itu juga transportasi umum juga jarang ada.
Ia menambahkan kebutuhan tenaga trampil di Surabaya Barat sendiri cukup tinggi karena sekarang ini dunia industri berkembang pesat di wilayah itu sehingga lowongan pekerja bagi tenaga teknis juga tinggi.
Sebagai penyeimbang, kata dia, tentu harus ada lembaga yang bisa menghasilkan tenaga trampil dan siap pakai. "Ya solusinya di bangun SMKN di Surabaya Barat. Makanya kami mendesak agar segera direalisasikan," ujarnya.
"Soal jurusan yang dibuka semisal teknis listrik, bangunan, dan lainnya. Saya yakin jika ada SMKN, akan diserbu siswa di sana. Apalagi sekarang tren bersekolah di SMKN meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan tenaga kerja yang trampil," katanya.
Salah seorang warga Kelurahan Sumberjo, Kecamatan Pakal, Suwardi mengatakan akibat tidak adanya SMKN di Surabaya Barat, banyak para siswa yang ingin melanjutkan ke sekolah kejuruan itu terpaksa bersekolah jauh dari rumah.
"Bahkan mereka ada yang kos untuk mendekatkan diri dengan sekolahnya. Namun, ada juga siswa yang terpaksa mengurungkan niatnya bersekolah di SMKN, karena jauh dan akhirnya memutuskan masuk SMAN yang ada di kawasan Surabaya Barat," katanya.
"Saya heran dengan kebijakan Pemkot Surabaya yang tidak merata dalam pembangunan SMKN. Bayangkan saja, SMKN ini banyak berada di Surabaya Pusat, Selatan, Utara dan Timur. Sedangkan Surabaya Barat sama sekali tak ada SMKN. Padahal siswa di sini juga kepengin sekolah SMKN yang dekat dengan rumah," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Erick Cahyadi tak bisa dihubungi. Demikian juga dengan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan, juga tak bisa dihubungi. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014