Banyuwangi (Antara Jatim) - Dua rumah sakit umum daerah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi jejaring Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, seiring kerja sama yang telah dilakukan pemkab dengan perguruan tinggi negeri tersebut. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam penjelasan melalui surat elektronik yang diterima Antara di Surabaya, Jumat, mengatakan kerja sama pemkab dengan Unair terkait pembukaan kampus Unair di Banyuwangi dan pengembangan sejumlah sektor, salah satunya peningkatan pelayanan kesehatan. Dalam hal ini, dua rumah sakit daerah milik Pemkab Banyuwangi, yakni RSUD Blambangan dan RSUD Genteng akan menjadi rumah sakit jaringan Unair. Artinya, kedua rumah sakit tersebut dijadikan tempat praktik peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Unair. "Kita tahu bahwa Fakultas Kedokteran Unair adalah salah satu yang tertua dan terbaik di Indonesia. Tentu dengan kerja sama ini, Unair bisa membantu peningkatan pelayanan kesehatan di Banyuwangi. Calon-calon dokter dari Unair juga bisa melakukan penelitian dan membantu pelayanan di Banyuwangi," kata bupati. Ia mengatakan berjejaring dengan FK Unair merupakan salah satu ikhtiar pemkab dalam mengatasi kebutuhan dokter spesialis di Banyuwangi. Terlebih lagi, para peserta PPDS dari FK Unair merupakan dokter yang kompeten. "Saat ini kami masih kekurangan dokter spesialis. Dengan cara ini, kami berupaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis di dua rumah sakit daerah," tambahnya. Abdullah Azwar Anas berharap para peserta program PPDS Unair nantinya tertarik untuk melakukan praktik spesialis di Banyuwangi. "Usai mereka praktik di Banyuwangi, tentu kami juga berharap mereka mau kerja di sini. Bila nantinya banyak spesialis praktik di Banyuwangi, memungkinkan dua RSUD yang ada 'grade'-nya bisa naik," ujarnya. Sementara itu, Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi dr Taufik Hidayah menambahkan tim gabungan dari FK Unair dan RSUD dr Soetomo Surabaya telah melakukan kunjungan ke RSUD Blambangan dan Genteng pada Mei 2014 lalu. Kunjungan tersebut bertujuan menilai dari dekat jumlah jenis pelayanan, jumlah kunjungan pasien dan fasilitas pendukung yang ada di kedua RSUD. "Hasilnya positif. Mereka menganggap Banyuwangi telah memenuhi syarat dan sepakat menyetujui penempatan para calon dokter spesialis senior untuk praktik di sini," tuturnya. Rencananya, lanjut Taufik, ada lima calon dokter spesialis senior untuk setiap angkatan yang ditempatkan di Banyuwangi. RSUD Blambangan saat ini membutuhkan layanan spesialis anak, bedah, gigi, kandungan, dan patologi anatomi, dan dokter gigi spesialis. Sementara RSUD Genteng hanya membutuhkan spesialis bedah. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014