Situbondo (Antara Jatim) - Para ulama dunia yang menjadi peserta Konferensi Ulama Internasional di Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu, mendoakan Pemilu 2014 berlangsung damai dan menghasilkan pemimpin yang terbaik.
Doa itu dipanjatkan Prof Dr Wahbah Az-Zuhaily (Syria), Syaikh Mahdi As-Sumaidai (Irak), Syaikh Abdul Karim Ad-Dibaghiy (Aljazair), dan Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah KHR Ahmad Azaim Ibrahimy (Indonesia), demikian keterangan tertulis yang diterima Antara dari KH A Hasyim Muzadi selaku Sekretaris Jenderal Internasional Conference Of Islamic Scholar (ICIS).
"Konferensi tersebut membahas banyak hal terkait masalah dalam negeri dan luar negeri. Untuk dalam negeri, terkait perang di sejumlah negara yang Timur Tengah dan kondisi Indonesia pascareformasi," kata Hasyim Muzadi.
Mantan Ketua Umum PBNU itu menjelaskan konferensi ulama skala dunia yang digelar selama dua hari hingga Minggu (30/3) itu mendengarkan penjelasan dari ulama dari Timur soal "Arab Spring" atau perang di beberapa negara di Timur Tengah belakangan ini.
"Kita mendengarkan bagaimana kondisi mereka setelah perang terjadi dan dari penjelasan para ulama itu akan kita ketahui kondisi Timur Tengah saat ini. Dari situ pula kita akan tahu solusinya dan konferensi itu diharapkan menghasilkan konsep perdamaian di berbagai belahan dunia," katanya.
Hasyim Muzadi mengatakan pihaknya juga ingin memperkenalkan Pancasila yang selama ini menjadi dasar negara Indonesia. "Di pondok pesantren inilah, NU pertama kali mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Ketika itu di pesantren ini digelar Muktamar NU pada tahun 1984," katanya. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014