Kediri (Antara Jatim) - Pendapatan Pabrik Gula (PG) Mritjan, Kediri, Jawa Timur, diperkirakan akan turun, akibat satu di antaranya karena rendahnya harga jual gula dari pabrik.
Administratur PG Mritjan Kediri Didi Purwantono, Minggu mengatakan saat ini rata-rata harga jual gula Rp8.800 per kilogram dan dikurangi dengan pajak harganya dimungkinkan hanya Rp8.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harganya sampai Rp11 ribu per kilogram, dan setelah dikurangi pajak sekitar Rp9.600 per kilogram.
"Kami prediksi tingkat keuntungan juga turun, sampai 20 persen. Tahun lalu (2012) kami mampu mendapatkan untung sekitar Rp20 miliar, dan saat ini dimungkinkan turun sampai 5 persen," katanya di Kediri.
Ia tidak mengetahui dengan pasti penyebab turunnya harga gula saat ini. Padahal, semua harga bahan pokok naik, dan harusnya harga gula pun juga naik.
"Kondisi ini cukup berat bagi pabrik gula. Kami tidak tahu, apakah karena impor gula rafinasi yang begitu banyak ataukah persoalan politik," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya saat ini berusaha untuk terus memperbaiki kualitas produk, agar tingkat pendapatan perusahaan juga terus bagus. Perusahaan telah mengupayakan untuk investasi, terutama untuk sarana dan prasarana perusahaan.
Pihaknya sadar, produksi gula dari PG Mritjan Kediri memang belum maksimal, bahkan sebelumnya kurang disukai, karena warnanya yang cenderung coklat.
Untuk itu, selain memperbaiki mesin, ia juga mengatakan terus melakukan pemberdayaan pada karyawan.
"Kami sinergikan SDM (sumber daya manusia), alat, uang, waktu, dan semuanya," tegasnya.
Selain itu, ia juga berusaha untuk mengembangkan luas lahan pabrik. Dari sekitar 5.000 hektare, hanya tersedia 3 ribu hektare yang dimiliki oleh perusahaan, sementara sisanya membeli dari para petani. Perusahaan terus menjalin kerjasama dengan para petani, dan berharap adanya peningkatan kualitas rendemen. Saat ini, rendemen di PG Mritjan Kediri sekitar 7,3 persen dari rencana awal 8,2 persen.
Pihaknya berharap, dengan perbaikan kualitas produk, serta SDM di pabrik ini, produksi juga semakin bagus dan meningkat. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013