Kediri (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk bijak mengelola keuangan guna membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan mengurangi pemakaian kendaraan untuk kegiatan yang tidak perlu.

Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan kenaikan BBM tentunya akan berdampak ke banyak hal termasuk mobilitas masyarakat dengan kendaraan bermotor.

"Tentunya nanti pasti akan ada kenaikan harga barang dan lain-lain. Cuma kembali lagi ke masyarakat, maunya seperti apa. Apa mulai mengelola keuangannya mereka lagi, bahwa kalau tidak perlu berpergian jauh ya standby di rumah, atau kita hanya ke lokasi-lokasi terdekat saja," katanya di Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan, fluktuasi harga BBM dipengaruhi banyak faktornya. Untuk eksternal, bukan hanya dari Indonesia saja, tapi dari banyak pihak, sebab minyak saat ini harganya memang naik turun.

Dirinya menyebut, dari internal, masyarakat juga harus sadar bahwa misalnya untuk pendapatan atau gaji jika tidak naik, harus bijak untuk mengelola keuangannya.

"Dari OJK hanya bisa saran, bagaimana pengelolaan keuangan kembali diketatkan," kata dia.

Pihaknya mengapresiasi pemerintah pun kini punya program work from home (WFH) setiap hari Jumat. Hal itu bisa sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk menekan pemanfaatan BBM.

Selain itu, juga bisa menerapkan berjalan kaki ke kantor, naik kendaraan becak, dan sarana transportasi lain yang ramah terhadap BBM.

"Kami juga ada untuk mulai go green, jadi mulai mengurangi pemakaian-pemakaian yang tidak diperlukan. Baik listrik, BBM. Setiap Jumat kami juga giliran untuk WFH, tapi pelayanan tetap nomor satu," kata dia.

Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi. Harga BBM jenis Pertamax (RON 92) yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green (RON 95) berubah dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026