Surabaya (Antara Jatim) - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pelita Harapan Surabaya menggelar "Batik Day" dengan serangkaian kegiatan, di antaranya pemilihan putra dan putri batik. "Generasi muda sudah sepantasnya melestarikan budaya yang ada, karena itu kami menyelenggarakan Batik Day berjudul 'Batikku'," kata ketua panitia 'Batikku' Albed Diharjaya di kampus setempat, Jumat. Untuk pemilihan putra dan putri batik yang diikuti 11 mahasiswa itu, penilaian berdasarkan Kostum dan gaya berpenampilan, cara berpresentasi dan isi dari presentasi serta pengetahuan mengenai batik. "Untuk mendapatkan penilaian yang baik, para peserta akan berjalan di catwalk seperti selayaknya model," katanya. "Rangkaian acara itu diadakan untuk mengapresiasi batik sebagai budaya Indonesia, sekaligus untuk peluncuran ikon baru 'Batikku' di UPH Surabaya," katanya. Ikon "Batikku" yang dimaksud adalah para mahasiswa UPH mengakui batik secara personal dengan cara mengenakan batik setiap hari Jumat. Selain pemilihan putra dan putri batik yang diikuti 11 mahasiswa itu, acara juga dimeriahkan dengan permainan tempo dulu, seperti kelereng, dakon, lompat tali dan masih banyak yang lain. "Peserta yang berhasil memainkan permaian tempo dulu itu dengan baik, maka mereka akan mendapatkan kupon yang berhadiah makanan ringan," katanya. Bagi para pengunjung yang lapar, tersedia juga kedai yang menjual variasi jajanan pasar dan makanan berat. Ada minuman tradisional yaitu jamu beras kencur dan sinom. "Ke depan, kami akan bekerja sama dengan berbagai universitas lain untuk lebih mengapresiasi batik agar batik juga semakin dikenal dan disukai oleh masyarakat luas," kata Albed. Sementara itu, Komunitas Batik Jawa Timur di Surabaya (Kibas) menggelar acara Teknik Mewiru dan Menggunakan Kain untuk pria dan wanita di posko komunitas yang dipimpin Lintu Sulistyantoro pada 20 April. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013