Malang (Antara Jatim) - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Kota Malang, Jawa Timur, Herman Soemarjono, menilai Kota Malang sudah mulai kelebihan hotel, sehingga pembangunan fasilitas tersebut harus dibatasi.
"Memang, pada saat akhir pekan atau liburan panjang, okupansinya cukup tinggi, bahkan banyak yang tidak kebagian kamar. Tapi, okupansi hariannya sangat rendah," katanya di Malang, Rabu.
Ia mengemukakan, okupansi harian hotel di daerah itu masih di bawah 51 persen, sehingga masih belum perlu ada pembangunan hotel baru, bahkan pertumbuhannya harus mulai dibatasi.
Menurut dia, ada banyak dampak negatif bila terjadi kelebihan jumlah kamar hotel atau penginapan, di antaranya adalah kemungkinan munculnya persaingan tidak sehat dan hotel-hotel lama tidak akan sanggup bersaing, terutama hotel-hotel kelas melati.
Herman mengakui, selain ada sisi negatifnya, pertumbuhan hotel yang cukup pesat juga akan menimbulkan persaingan yang lebih kompetitif dan membuat pengelola hotel akan semakin termotivasi dan kreatif untuk meningkatkan pelayanannya.
"Hanya saja, peningkatan pelayanan juga membutuhkan anggaran operasional yang besar. Kalau tingkat huniannya rendah, bagaimana akan mampu menghidupi hotel, termasuk karyawan,' tandasnya.
Sebelumnya Wali Kota Malang Peni Suparto mengatakan, pertumbuhan hotel yang cukup pesat tersebut masih belum mampu mencukupi kebutuhan, apalagi pada saat liburan panjang (high season).
Peni mengatakan, jumlah hotel dan penginapan di Kota Malang saat ini mencapai 73 dengan 2.500 kamar, namun jumlah itu masih kurang karena idealnya sekitar 4.000 kamar. Sehingga, saat ini masih kurang 1.500 kamar.
"Kalau setiap hotel baru nanti rata-rata memiliki 100 kamar, maka masih dibutuhkan sekitar 15 hotel lagi. Oleh karena itu, kami membuka kran lebar-lebar untuk pembangunan hotel baru," ujarnya.
Dalam satu hingga dua tahun terakhir ini, pembangunan hotel baru di Kota Malang cukup pesat, bahkan banyak penginapan bermunculan dengan memanfaatkan rumah-rumah kuno yang rata-rata berukuran besar.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013