PT Arsynergy Resources menyatakan kilang Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Gresik, Jawa Timur, menjadi bagian strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui penyediaan pasokan bagi kebutuhan rumah tangga dan sektor usaha.

Managing Director PT Arsynergy Resources, Achmad Harijanto dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Rabu, mengatakan keberadaan kilang LPG domestik penting untuk membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.

"Kehadiran kami adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi impor LPG dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri," kata Achmad.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan porsi impor LPG Indonesia pada 2025 mencapai 80,58 persen dari total kebutuhan nasional. Sementara hingga Februari 2026, porsi impor LPG tercatat meningkat menjadi sekitar 83,97 persen.

Konsumsi LPG nasional pada 2025 mencapai sekitar 25 ribu metrik ton per hari atau setara 9,1 juta ton per tahun, dengan volume impor LPG Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 7,3 juta ton.

Amerika Serikat menjadi pemasok terbesar dengan kontribusi sekitar 70 persen dari total impor LPG Indonesia, disusul Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Australia, dan Malaysia.

Menurut Achmad, tingginya impor menunjukkan pentingnya keberadaan sektor produksi dan distribusi LPG dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Karena itu, perusahaan terus mengoptimalkan operasional kilang dan jaringan distribusi guna memastikan pasokan LPG dapat tersalurkan secara aman dan berkelanjutan kepada masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), restoran, serta sektor industri.

Sebagai informasi. PT Arsynergy Resources merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang pengolahan gas bumi menjadi LPG, kondensat, dan lean gas yang beroperasi di Kawasan Industri Maspion V, Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Sebagai pemilik dan operator kilang LPG, perusahaan menggunakan teknologi turbo expander yang diklaim memiliki efisiensi tinggi dalam proses ekstraksi LPG dari gas bumi.

Dengan kapasitas operasi hingga 50 MMSCFD, fasilitas tersebut menjadi salah satu kilang pengolahan gas yang mendukung penyediaan energi nasional sekaligus membantu menekan emisi dan gas suar (flare gas).
 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026