Pemerintah Kabupaten Gresik memperluas cakupan Program Bunda Puspa (Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak) ke 80 desa di delapan kecamatan pada 2026 untuk mempercepat penurunan kemiskinan dan stunting.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan perluasan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Program Bunda Puspa merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan keluarga maupun pembangunan daerah," katanya saat membuka pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Kantor Bupati Gresik, Selasa.

Ia menjelaskan program tersebut menargetkan peningkatan pendapatan keluarga, pengurangan jumlah keluarga miskin, peningkatan kualitas pendidikan anak, perbaikan gizi dan kesehatan keluarga, penguatan kemandirian perempuan kepala keluarga, serta pengembangan jejaring sosial dan budaya gotong royong.

Sementara itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik Titik Ernawati mengatakan Program Bunda Puspa telah berjalan sejak 2022 dan selama empat tahun menjangkau 24 desa.

"Tahun ini kami memperluas sasaran agar semakin banyak perempuan dan keluarga yang memperoleh manfaat dari program ini," katanya.

Ia menjelaskan jika sebelumnya program hanya dilaksanakan di satu desa pada masing-masing kecamatan, pada 2026 cakupannya diperluas menjadi 10 desa per kecamatan atau total 80 desa di delapan kecamatan.

Menurut dia, Program Bunda Puspa memiliki dua komponen utama, yakni pembelajaran umum dan pemberdayaan ekonomi. Materi yang diberikan meliputi konsep gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, peran perempuan dalam pembangunan desa, kewirausahaan, serta pelatihan dan pendampingan usaha sesuai potensi peserta.

"Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan pembangunan desa," tegasnya.

Pewarta: Alimun Khakim

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026