Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Situbondo Rif'an Junaidi menyatakan dua haji berasal dari daerah itu meninggal dunia di Makkah.
"Ada dua orang haji asal Situbondo yang meninggal dunia, yakni H Fathor Rahman (58) dan Hj Almi Massuya (85)," kata dia dihubungi di Situbondo, Jawa Timur, Selasa.
Dia mengatakan Fathor Rahman, warga Dusun Kampung Pesisir, Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan, meninggal dunia di hotel pada 29 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 waktu Arab Saudi.
Ia mengatakan Fathor Rahman meninggal dunia setelah mengeluh nyeri pada dadanya kepada istrinya.
"Mengeluh nyeri dada kepada istrinya usai shalat, dan selanjutnya istrinya langsung memanggil tenaga kesehatan untuk diperiksa, dan oleh tim kesehatan haji Situbondo melakukan observasi, dan Fathor Rahman meninggal dunia, dugaannya serangan jantung," kata dia.
Almi Massuya warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, meninggal dunia karena sudah lanjut usia (lansia) pada 1 Juni 2026.
"Dua jenazah kemudian dishalatkan di Masjidilharam dan dibuatkan sertifikat kematian, lalu dimakamkan oleh petugas haji Arab Saudi," kata Rif'an Junaidi.
Dia menambahkan saat ini jamaah haji Situbondo sedang melakukan Tawaf Ifadah, salah satu rukun haji yang harus diselesaikan. Tawaf Ifadah yakni mengitari Ka'bah yang berlokasi di Masjidilharam.
Jamaah calon haji Situbondo tercatat 997 orang diberangkatkan ke Tanah Suci pada 13 dan 14 Mei 2026. Jamaah haji berasal dari daerah setempat dijadwalkan dipulangkan dari Tanah Suci ke Indonesia pada 24 Juni 2026.
Jamaah haji Situbondo tergabung dalam kloter 87, 88, 89, dan 90. Kloter 87 dan 90 merupakan gabungan dengan jamaah haji berasal dari Kabupaten Jember dan Bondowoso.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026