Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan tetap menjunjung tinggi integritas akademik menyusul pencatutan nama Departemen Teknik Biomedik dan alumnus ITS dalam publikasi ilmiah yang diduga terkait manipulasi riset.
“ITS turut menghormati klarifikasi, verifikasi, dan investigasi yang dilakukan pihak terkait,” kata Rektor ITS Bambang Pramujati di Surabaya, Jumat.
ITS telah mencermati berbagai informasi yang beredar terkait dugaan fraud atau manipulasi riset yang menyeret nama institusi tersebut.
Dia mengatakan ITS menjunjung tinggi integritas akademik, etika penelitian, serta kejujuran ilmiah sebagai prinsip utama dalam seluruh kegiatan akademik dan riset.
ITS juga mendorong kehati-hatian berbagai pihak dalam menelusuri informasi dan melakukan pembuktian atas kasus yang tengah beredar. Berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi, ITS menemukan adanya informasi yang tidak sesuai fakta.
Ia menjelaskan di lingkungan ITS tidak terdapat School of Biomedical Engineering sebagaimana tercantum dalam salah satu artikel.
"Dalam struktur resmi ITS, yang benar adalah Departemen Teknik Biomedik atau Biomedical Engineering Department,” katanya.
Selain itu, ITS telah melakukan klarifikasi kepada Dimas Fajar Prasetyo yang namanya tercantum sebagai salah satu kontributor dalam publikasi tersebut. Dimas dikonfirmasi merupakan alumnus Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS.
Namun, Dimas menyatakan pencatutan namanya dilakukan secara tidak sah dan dirinya tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
"Saya menegaskan bahwa saya sama sekali tidak mengetahui hal tersebut dan sama sekali tidak melakukan penelitian tersebut," ujar dia.
ITS menolak segala bentuk pelanggaran etika penelitian, manipulasi data, fabrikasi hasil penelitian, maupun penyalahgunaan nama institusi. ITS menegaskan akan menindak setiap pelanggaran sesuai ketentuan akademik, hukum, dan peraturan yang berlaku.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026