Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur terus berupaya memenuhi kekurangan tenaga pengajar, terutama di jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah setempat secara bertahap.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan kebutuhan guru di Kota Madiun telah melalui kajian Dinas Pendidikan dan sudah diajukan ke pemerintah pusat. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap koordinasi.
"Sudah dianalisis dan diajukan. Saat ini masih berproses dan terus dikoordinasikan dengan pusat. Pemenuhan kekurangan tenaga pendidik ini penting untuk menjaga kualitas pembelajaran tetap optimal," ujar Plt Wali Kota Bagus setelah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Balai Kota Madiun, Senin.
Ia berharap ada dukungan dan kebijakan yang memudahkan daerah dalam memenuhi kebutuhan guru. Meski realisasi diperkirakan bertahap, pemerintah pusat diyakini memiliki strategi untuk mengatasi persoalan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan berdasarkan data yang ada, kekurangan guru yang ada di jenjang SD dan SMP jika ditotal mencapai 138 orang.
Untuk jenjang SD, pihaknya memanfaatkan ketersediaan guru PNS dari taman kanak-kanak (TK) yang dialihkan menjadi guru kelas. Sedangkan untuk SMP, Pemkot Madiun telah mengusulkan formasi CPNS tahun 2026.
"Kita alihkan guru PNS dari TK ke SD. Untuk SMP, sudah kita usulkan lewat CPNS 2026," katanya.
Selain pemenuhan jumlah, peningkatan kualitas guru juga menjadi perhatian. Dinas Pendidikan menyiapkan program beasiswa guna mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Pemkot Madiun berharap berbagai upaya tersebut dapat memenuhi kebutuhan guru secara bertahap sekaligus menjaga mutu pendidikan di daerah.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026