Kepolisian Sektor (Polsek) Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur, memastikan pria yang ditemukan tewas pada Minggu (3/5) petang di Kantor Desa Buncitan merupakan Kepala Desa Buncitan yaitu Mujiyono.

"Benar, telah ditemukan kepala desa setempat dalam kondisi meninggal dunia di dalam balai desa dengan posisi duduk di kursi," kata Kepala Polsek Sedati Inspektur Polisi Satu (Iptu) Masyita Dian Sugianto dalam keterangannya di Sidoarjo, Minggu.

Menurutnya, hingga kini pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami penyebab kematian tersebut.

Dari pantauan di media sosial, peristiwa tersebut diduga terjadi pada sore hari, ketika situasi desa yang semula berlangsung tenang sebelum mendadak berubah ramai setelah penemuan korban di dalam balai desa.

Masyita menjelaskan, penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh M. Khozim, petugas kebersihan yang datang untuk menjalankan aktivitas rutin membersihkan area balai desa.

Saat memasuki lokasi, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa sehingga segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan aparat kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, kondisi balai desa ditemukan dalam keadaan pintu terbuka, sementara lampu ruangan dalam kondisi mati.

Selain itu, kendaraan milik korban masih terparkir di lokasi seperti biasanya, yang mengindikasikan tidak adanya perpindahan kendaraan sebelum kejadian.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengamankan area dengan memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian korban. Untuk sementara, kami masih menunggu hasil otopsi guna memastikan penyebab kematian sebagai bagian dari pendalaman kasus,” ujar Masyita.

Pewarta: Fahmi Alfian

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026