Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dengan peningkatan kompetensi guru sehingga mereka lebih adaptif terhadap perkembangan pendidikan.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan penguatan kompetensi digital guru dilakukan agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, transformasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan, coding, dan deep learning.
"Ini untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan," katanya dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kediri, Sabtu.
Ia mengatakan, Kota Kediri juga fokus pada peningkatan kualitas pendidik sebagai kunci utama keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan agen perubahan dalam membangun peradaban. Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Selain itu, Pemerintah Kota Kediri juga terus memperkuat layanan pendidikan inklusif, melalui, pelatihan guru dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus, pendampingan sekolah inklusi, serta penyediaan layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh kelompok, termasuk penyandang disabilitas.
"Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun anak yang tertinggal, dan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang," kata dia.
Mbak Wali, sapaan akrabnya mengatakan sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, peringatan Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional.
Dirinya menyebut, dalam konteks kebijakan nasional, pemerintah telah mendorong transformasi pendidikan melalui berbagai langkah strategis, seperti penguatan pembelajaran mendalam (deep learning), digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, serta penguatan pendidikan inklusif.
Langkah-langkah tersebut juga telah diterjemahkan dan implementasikan di tingkat daerah.
Beberapa program nyata di Kota Kediri direalisasikan seperti peningkatan akses pendidikan dengan menghadirkan beasiswa bagi guru PAUD untuk peningkatan kualifikasi, beasiswa bagi atlet berprestasi, beasiswa afirmasi bagi masyarakat kurang mampu.
Kemudian beasiswa Mitra MAPAN melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, serta program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk mendukung kualitas pendidikan yang lebih baik.
Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan bukan semata ditentukan oleh program, tetapi juga oleh pola pikir, mental, dan misi yang kuat dalam menjalankannya.
"Mari bersama-sama memperkuat kolaborasi, membangun semangat gotong royong, serta menghadirkan pendidikan yang benar-benar bermakna bagi generasi masa depan," kata dia.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026