Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyatakan siap mengawal 13 proyek hilirisasi nasional setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama pembangunannya yang dipusatkan di Cilacap, Jawa Tengah. 

Presiden FSPPB Arie Gumelar menjelaskan proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun. 

"Fokus utama dari agenda ini adalah penguatan infrastruktur energi yang dikelola oleh PT Pertamina, di antaranya pembangunan fasilitas kilang gasoline," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Rabu malam.  

Dengan kapasitas gabungan mencapai 62 ribu barel per hari, proyek ini ditargetkan mampu menyubstitusi impor gasoline hingga 2 juta kiloliter, sebagaimana telah diperjuangkan oleh para pekerja Pertamina yang menginginkan kemandirian suplai energi tanpa ketergantungan pihak asing.

Arie menambahkan, proyek tersebut semakin memperkuat inrastruktur distribusi melalui pembangunan terminal tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Palaran, Biak, dan Maumere dengan total kapasitas 153 ribu kiloliter. 

"Perluasan ini krusial untuk memastikan keadilan energi hingga ke pelosok negeri," ucapnya. 
 

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : A Malik Ibrahim


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026