Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Novita Hardini mengajak kaum perempuan untuk terus menyalakan api perjuangan positif dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, agar lebih berdaya dan meningkatkan kualitas dalam isu kesetaraan gender.
Dalam forum TGX Women Summit di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu, Novita mengatakan, hingga saat ini perempuan masih menghadapi hambatan di berbagai sektor, sehingga diperlukan semangat kolektif untuk bangkit dan berdaya.
“Dalam momentum ini saya mengajak seluruh perempuan untuk menyalakan api perjuangan yang positif, agar mampu menghadapi tantangan kehidupan masing-masing,” ujarnya.
Ia menilai peran perempuan dalam keluarga menjadi kunci dalam menghadapi dinamika sosial dan ekonomi saat ini, sehingga penguatan kapasitas dan mentalitas perempuan menjadi hal yang penting.
Dalam kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Kartini tersebut, Novita juga meluncurkan buku berjudul “Bising dan Hening” yang memuat kisah perjalanan sejumlah perempuan dalam menghadapi dan melewati berbagai persoalan hidup.
Menurut dia, buku tersebut diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus refleksi bagi perempuan untuk menuangkan pengalaman hidup menjadi karya.
“Melalui tulisan, setiap perempuan bisa menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran, bahkan menjadi nasihat terbaik bagi dirinya di masa depan,” katanya.
Selain peluncuran buku, TGX Women Summit juga menampilkan film dokumenter dan animasi karya anak muda Trenggalek yang dinilai memiliki potensi besar di tingkat nasional.
Novita menambahkan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di daerah, termasuk dengan menggandeng talenta muda untuk berkarya melalui berbagai program pelatihan dan kolaborasi.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengapresiasi inisiatif tersebut dan menilai gerakan pemberdayaan perempuan harus melibatkan semua pihak, termasuk laki-laki.
Ia mengaku terinspirasi oleh semangat kesetaraan gender yang digaungkan dalam kegiatan tersebut, sekaligus mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kemauan dan keberanian dalam memperbaiki diri.
“Perayaan Kartini bukan hanya milik perempuan, tetapi semua orang yang memiliki kemauan untuk menjadi lebih baik,” katanya.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026