Gunung Dempo di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 3.500 meter (3,5 km) di atas puncak, sebagaimana dilaporkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rabu siang ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menyatakan erupsi tersebut terjadi dengan ketinggian kolom abu mencapai 3.500 di atas puncak atau sekitar 6.673 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas sedang yang condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram pukul 11.45 WIB dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi lebih kurang 13 menit 49 detik," kata dia.
Meskipun terjadi letusan dengan kolom abu yang cukup tinggi, Badan Geologi menyatakan sejauh ini tidak ada laporan mengenai suara dentuman yang menyertai aktivitas vulkanik tersebut.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Dempo masih berada pada Status Level II (Waspada).
Badan Geologi terus memantau fluktuasi aktivitas gunung api tersebut guna memberikan informasi terkini kepada otoritas daerah dan masyarakat.
Sehubungan dengan peningkatan aktivitas ini, pemerintah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan tidak mendekati atau melakukan aktivitas bermalam atau camping di pusat aktivitas kawah Marapi - Gunung Dempo.
Larangan aktivitas tersebut ditetapkan dalam radius satu kilometer dari pusat kawah, serta perluasan hingga dua kilometer ke arah bukaan kawah di sektor utara. Pembatasan ini dilakukan, karena kawah merupakan pusat letusan dan sumber gas vulkanik yang berbahaya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun waspada terhadap potensi ancaman gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan dan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang setempat.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026