Sidang Dua Sesi (Lianghui) Tiongkok yang ditutup pada bulan Maret tahun ini telah meninjau dan menyetujui Rencana Lima Tahun Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional Tiongkok ke-15. Rencana ini meliputi bidang-bidang utama dan tahapan krusial pembangunan ekonomi dan sosial, menyusun 16 tugasan strategis dan 109 proyek penting, merancang cetak biru pembangunan lima tahun ke depan, serta menyusun “peta pelaksanaan” bagi Tiongkok untuk mencapai Modernisasi Sosialisme secara fundamental pada tahun 2035. Apakah manfaat Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok bagi Indonesia? Saya ingin menguraikan dari empat aspek, yaitu pasar berskala sangat besar, investasi yang aman dan bernilai pertumbuhan tinggi, ekspor produktivitas maju, serta percepatan pertukaran antara rakyat kedua negara, untuk membantu kawan-kawan Indonesia memahami peluang dari Tiongkok dan menciptakan ruangan kerja sama baru.
Pertama, peluang pasar berskala sangat besar. Tiongkok tetap menjadi pasar konsumsi terbesar kedua di dunia, dengan populasi sebesar 1,4 miliar jiwa dan lebih dari 400 juta kelompok berpendapatan menengah. Kemampuan konsumsi terus tumbuh secara stabil, menjadikannya salah satu pasar konsumsi dengan potensi terbesar di dunia. Pada tahun 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok untuk pertama kalinya mencapai tingkat baru sebesar 140 triliun RMB. Total penjualan eceran barang konsumsi melebihi 50 triliun yuan, dan skala total impor perdagangan barang mencapai 18,48 triliun RMB. Hal ini terus memberikan stabilitas berharga dan dorongan baru bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Indonesia terus diperdalam. Pada tahun 2025, total nilai perdagangan bilateral melebihi 167,48 miliar Dolar AS, naik 13,4% secara tahunan. Kedua pihak telah mewujudkan bea masuk nol atau rendah untuk berbagai komoditas berdasarkan perjanjian perdagangan bebas. Ekspor komoditas utama Indonesia seperti minyak kelapa sawit dan karet ke Tiongkok tetap berada di peringkat teratas. Produk konsumsi khas seperti kopi, buah tropis, dan sarang burung walet semakin dikenal dan penjualannya terus meningkat di pasar Tiongkok, menjadi sumber dorongan penting bagi pertumbuhan perdagangan luar negeri Indonesia. Dalam lima tahun ke depan, total impor Tiongkok diperkirakan mencapai 14 triliun hingga 15 triliun Dolar AS. Pasar besar Tiongkok dengan sikap yang lebih terbuka menyambut produk dan perusahaan dari berbagai negara termasuk Indonesia, untuk berpartisipasi, berbagi peluang, dan berkembang bersama.
Kedua, peluang investasi yang aman dan bernilai pertumbuhan tinggi. Sebagai salah satu negara teraman di dunia, Tiongkok memiliki stabilitas sosial jangka panjang dan sistem hukum yang lengkap. Tiongkok telah menjadi, sedang menjadi, dan pasti akan terus menjadi tujuan investasi yang ideal, aman, dan menguntungkan bagi investor asing. Pada tahun 2025, Tiongkok mendirikan lebih dari 70.000 perusahaan baru dengan modal asing, naik 19,1% secara tahunan. Penerimaan investasi di sektor teknologi tinggi mencapai 32,3%, yang sepenuhnya menunjukkan keyakinan kuat investor global terhadap Tiongkok. Tiongkok terus menciptakan lingkungan investasi yang adil, stabil, dapat diprediksi dan aman bagi perusahaan asing, menjamin perlakuan yang setara secara menyeluruh, serta menyediakan layanan rantai lengkap mulai dari pendaftaran investasi hingga pengembangan operasional. Tahun ini, edisi terbaru Daftar Industri yang Mendorong Investasi Asing Tiongkok berisi sebanyak 1.679 entri, mencakup bidang produktivitas baru seperti manufaktur canggih, layanan modern, teknologi tinggi, dan perkembangan hijau. Pada saat yang sama, daftar negatif aksesi investasi asing nasional telah dikurangi menjadi 29 entri, dan semua batasan aksesi investasi asing di sektor manufaktur telah dihapuskan sepenuhnya. Kebijakan “Investasi di Tiongkok” kini memberikan manfaat kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tiongkok menyambut investor dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha di Tiongkok, menyelaraskan strategi industri secara mendalam, berbagi peluang pembangunan berkualitas tinggi, dan mewujudkan keuntungan bersama.
Ketiga, peluang ekspor produktivitas maju. Baru-baru ini Indonesia telah mengeluarkan Rencana Strategis 2025–2029 (Renstra 2025–2029), yang menetapkan target melipatgandakan investasi manufaktur pada tahun 2029. Indonesia akan berusaha mengandalkan sumber daya unggulan lokal seperti sumber daya mineral, energi, pertanian, dan kelautan untuk mendorong strategi hilirisasi industri, bertransformasi dari eksportor bahan mentah murni menjadi negara industri bernilai tambah tinggi. Hal ini sangat sesuai dan saling melengkapi dengan keunggulan teknologi maju dan kapasitas produksi Tiongkok. Tiongkok memiliki kemampuan manufaktur canggih terkemuka di dunia, serta sistem manufaktur dengan skala terbesar dan rantai terlengkap di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, rantai pasokan lengkap, teknologi matang dan pengalaman unggul Tiongkok di bidang manufaktur canggih, hijau rendah karbon, pembangunan infrastruktur semakin cepat diekspor melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan secara berkualitas tinggi, sehingga terus memberikan peluang pembangunan bagi masyarakat internasional. Ekspor produktivitas maju Tiongkok bukanlah pengeluaran produk satu arah, apalagi perpindahan kapasitas, melainkan kerja sama mendalam yang mewujudkan berbagi teknologi, pembangunan industri bersama, kesepakatan standar, dan keuntungan bersama. Hal ini pasti akan membantu transformasi dan peningkatan industri Indonesia serta memberi manfaat bagi rakyat Indonesia. Sebagai contoh, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Surabaya yang diinvestasikan oleh perusahaan Tiongkok, saat ini merupakan satu-satunya pembangkit listrik tenaga sampah yang telah dibangun dan beroperasi di Indonesia. Melalui pembakaran dan gasifikasi sampah untuk pembangkitan listrik, fasilitas ini dapat mengelola sampah yang dihasilkan oleh sekitar 1,75 juta jiwa (setengah penduduk Kota Surabaya), serta memenuhi kebutuhan listrik untuk 200 ribu orang. Berbagai proyek kerja sama serupa akan memberikan manfaat komprehensif yang besar bagi Indonesia dalam peningkatan industri, kemajuan teknologi, penyerapan tenaga kerja, dan perlindungan ekologi.
Keempat, peluang percepatan pertukaran antara rakyat kedua negara. Tiongkok pada lima tahun depan akan terus memperluas keterbukaan berbasis kelembagaan secara bertahap, terus menyempurnakan kemudahan mobilitas orang asing dan domestik, sehingga memberikan dukungan kebijakan yang kokoh bagi pertukaran rakyat antaraTiongkok dan Indonesia. Di bidang pariwisata, pada tahun 2025, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1,34 juta orang. pemandangan wisata terkenal di wilayah konsulat kami seperti Gunung Bromo dan Air Terjun Tumpak Sewu sangat disukai oleh wisatawan Tiongkok. Tiongkok memberlakukan kebijakan bebas visa transit 240 jam untuk warga Indonesia, yang memudahkan sahabat-sahabat Indonesia berkunjung secara singkat ke Tiongkok untuk bertemu teman. Tahun lalu, sekitar 610.000 warga Indonesia berkunjung ke Tiongkok, menjadikan Tiongkok sebagai destinasi wisata terbesar keempat bagi masyarakat Indonesia. Di bidang penerbangan, jumlah penerbangan langsung kedua negara terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, penerbangan langsung Surabaya ke Guangzhou dan Surabaya ke Fuzhou berhasil dibuka dan beroperasi dengan stabil. Di bidang pendidikan, Tiongkok telah menjadi destinasi studi luar negeri pilihan utama bagi mahasiswa Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia yang belajar di Tiongkok. Tiongkok ingin menggunakan kesempatan pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15 untuk melayani rakyat kedua pihak dengan kebijakan visa yang lebih mudah, serta menyambut lebih banyak sahabat dari berbagai kalangan Indonesia untuk berkunjung dan melihat langsung Tiongkok yang komprehensif, nyata, dan benar.
Pembangunan Tiongkok tidak dapat terpisahkan dari dunia, dan pembangunan dunia juga membutuhkan Tiongkok. Tiongkok akan terus memperluas keterbukaan tingkat tinggi, dan menjelajahi ruang kerja sama yang lebih luas dengan semua negara di dunia termasuk Indonesia. Sebagai negara berkembang besar, negara pasar berkembang, dan anggota penting Global South, Tiongkok ingin berjalan bersama dengan Indonesia di jalan menuju modernisasi, bersama-sama melaksanakan kesepakatan penting kedua kepala negara, memperkuat penyelarasan strategi pembangunan, meningkatkan kualitas dan efektivitas kerja sama praktis, menjadikan hubungan kedua negara sebagai contoh keuntungan bersama, model pembangunan bersama, dan pelopor kerja sama Selatan-Selatan, serta mendorong pembangunan Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok-Indonesia agar semakin kokoh.
----------------
*) Ye Su adalah Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026