Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, memfasilitasi peningkatan mutu para pelaku industri kecil menengah (IKM) di wilayah setempat dengan membuka pendaftaran pelatihan penguatan "branding" atau penjenamaan serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merek.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker KUKM) Kota Madiun Pipit Rachmawati Putri di Madiun, Senin, mengatakan program fasilitasi pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya strategis pemerintah kota untuk mendorong IKM setempat naik kelas.
"Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk IKM, baik dari sisi kandungan gizi, tampilan kemasan, maupun kekuatan merek, sehingga mampu bersaing dan memiliki nilai tambah di pasaran," ujarnya.
Menurut dia, pelatihan tersebut nantinya mencakup tiga bidang utama. Yakni peningkatan daya saing produk olahan melalui sertifikasi uji nilai gizi dan penguatan branding, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merek, dan peningkatan kualitas pengemasan produk IKM.
Tak hanya pelatihan, peserta juga mendapatkan berbagai manfaat sesuai jenis pelatihan yang diikuti.
Di antaranya fasilitasi sertifikasi HKI merek, pengujian uji nilai gizi khusus produk makanan, serta dukungan cetak kemasan.
Adapun bagi pelaku usaha IKM yang ingin mengikuti pelatihan tersebut, diharuskan untuk melakukan pendaftaran terlebih dulu. Terdapat sejumlah persyaratan yang diperlukan untuk mendaftar.
Antara lain, peserta meliputi warga Kota Madiun yang dibuktikan dengan KTP, memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), menyertakan email aktif yang terdaftar di NIB, nomor WhatsApp aktif, serta memiliki usaha aktif dengan lokasi di Kota Madiun.
"Pendaftaran pelatihan dibuka hingga 5 April 2026. Masyarakat yang memenuhi kriteria diimbau segera mendaftar melalui tautan pada flyer resmi atau menghubungi narahubung yang tersedia di Disnaker KUKM Kota Madiun," katanya.
Melalui program tersebut, lanjut Pipit, pemerintah berharap pelaku IKM di Kota Madiun semakin berkembang, profesional, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026