PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggunakan skenario padat pada puncak arus balik H+6 Lebaran 2026 dengan mengoperasikan sebanyak 30 unit kapal dari sebelumnya 28 unit.

"Sesuai prediksi kami pada hari ini puncak arus balik, sehingga kami mengimplementasikan skenario padat, dari 28 unit kapal dioperasikan sehari sebelumnya ditambah menjadi 30 unit kapal," ujar Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu.

Kendati arus balik di penyeberangan lintasan Ketapang (Banyuwangi) - Gilimanuk (Bali) pada hari ini mulai padat, lanjut dia, hingga Sabtu (28/3) sore arus penyeberangan masih terkelola dengan baik dan lancar.

Sejauh ini, kata Yossi, pemudik yang tiba di tempat parkir utama Pelabuhan Ketapang tidak terlalu lama mengantre untuk masuk ke kapal feri dan menyeberang ke Gilimanuk.

 

Dia menyampaikan petugas di lapangan terus melakukan pemantauan, dan apabila arus balik terus mengalami peningkatan, ASDP akan menggunakan pola sangat padat dan menambah armada kapal beroperasi.

"Tentunya ketika eskalasinya terus naik pada malam ini dan masuk sangat padat, kami akan tambah armada hingga menjadi 40 unit kapal beroperasi," kata dia lagi.

Yossi memprediksi pada puncak arus balik Lebaran pada hari ini jumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Bali melalui Pelabuhan Ketapang bisa mencapai 20.000 unit.

"Hingga siang tadi jumlah kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali sudah mencapai lebih dari 5.000 unit. Kami juga terus memantau pergerakan arus balik mulai reservasi, checkin hingga boarding ke kapal," kata Yossi.

 

Yossi menambahkan, sejak mulai H-10 sampai dengan H+5 Lebaran 2026 atau hingga Jumat (27/3) total penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang mencapai 1.140.238 orang atau turun 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sedangkan jumlah total kendaraan yang telah menyeberang sejak H-10 hingga H+5 Lebaran sebanyak 326.264 unit atau meningkat 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata dia.



 

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026