Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur, menguatkan kaderisasi di era digital dengan meluncurkan tujuh buku strategis organisasi.
"Di akhir masa kepemimpinan ini, saya tidak ingin IPPNU hanya meninggalkan cerita, tetapi legacy, berupa warisan sistem, agar IPPNU lebih kuat, lebih bermakna di masa depan, karena itu kami luncurkan tujuh buku strategis," kata Ketua PW IPPNU Jatim periode 2022-2025 Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah dalam keterangannya di Blitar, Sabtu.
Ia menjelaskan tujuh buku yang diluncurkan tersebut untuk menandai peralihan kepemimpinan IPPNU Jatim dari Aisyah Nur Afifah Maulidiyyah kepada Ketua PW IPPNU Jatim periode 2026-2029 Aprilia Nur Azizah, yang baru terpilih akhir pekan lalu.
Tujuh buku pedoman dan karya strategis PW IPPNU Jatim adalah buku digital with dignity "Etika digital tanpa bias", buku tata kelola organisasi "Menuju organisasi profesional, digital, & terstandarisasi", dan buku pedoman kaderisasi "Mencetak kader putri yang terukur & siap memimpin".
Selain itu, buku saku komisariat "Penguatan akar gerakan di sekolah & madrasah", buku IPNU IPPNU menyapa kampus "Bekal Gen Z kritis & relevan di dunia kampus", buku pedoman lembaga konseling "Wujud nyata ruang aman & perlindungan pelajar putri", dan buku sejarah CBP KPP Jatim "Merawat warisan juang & identitas garda bangsa".
"Peluncuran buku-buku ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem organisasi, kaderisasi terarah, serta perlindungan dan pengembangan potensi pelajar putri di berbagai lini mulai dari sekolah dan madrasah hingga perguruan tinggi, juga dari sisi intelektual serta kebijaksanaan dalam era disrupsi digital," katanya.
Pihaknya berharap warisan yang diberikan itu bisa berdampak positif dan berkelanjutan.
"Semoga, IPPNU Jatim periode ke depan semakin kuat secara struktur, matang secara sistem, dan progresif dalam gerakan," katanya. (*)
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026