Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyatakan nilai impor Jawa Timur periode Januari-Desember 2025 turun 2,75 persen dibandingkan periode sama 2024 yaitu dari 30,43 miliar dolar AS menjadi 29,59 miliar dolar AS.

“Penurunan dipicu melemahnya kinerja impor sektor migas yang turun 29,54 persen dari 6,85 miliar dolar AS menjadi 4,83 miliar dolar AS,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri di Surabaya, Senin.

Impor komoditas minyak mentah turun 41,34 persen dari 1,19 miliar dolar AS menjadi 699,13 juta dolar AS sementara komoditas hasil minyak juga turun 33,44 persen dari 4,47 miliar dolar AS menjadi 2,98 miliar dolar AS pada 2025.

“Sedangkan impor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 5,05 persen dari 23,57 miliar dolar AS menjadi 24,76 miliar dolar AS,” kata Ike.

Untuk impor Jatim pada Desember 2025 mencapai 2,91 miliar dolar AS naik 3,91 persen dibandingkan Desember 2024 dengan impor nonmigas 2,41 miliar dolar AS yang naik 3,48 persen dan impor migas 504,17 juta dolar AS naik 6 persen dibandingkan Desember 2024.

Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar Januari-Desember 2025, peningkatan tertinggi pada perhiasan/permata (HS 71) sebesar 944,76 juta dolar AS naik 94,38 persen dibandingkan periode sama 2024 dan mayoritas berasal dari Hongkong 1,02 miliar dolar AS.

Komoditas mesin dan perlengkapan listrik (HS 85) juga naik 280,05 juta dolar AS atau 34 persen dan komoditas pupuk (HS 31) naik 259,95 juta dolar AS atau 28,49 persen.

Komoditas mesin dan perlengkapan listrik paling banyak diimpor dari negara Tiongkok 793,97 juta dolar sedangkan pupuk (HS 31) paling banyak diimpor dari negara Fed Russia mencapai 349,68 juta dolar AS.

Di sisi lain, komoditas serealia (HS 10) turun 41,12 persen dari 1,99 miliar dolar AS menjadi 1,17 miliar dolar AS serta ampas dan sisa industri makanan (HS 23) turun 11,98 persen dari 1,53 miliar dolar AS menjadi 1,35 miliar dolar AS.

Selama Januari-Desember 2025, impor sepuluh golongan barang (HS 2 digit) di atas berkontribusi 59,07 persen terhadap total impor nonmigas dan dari sisi pertumbuhan naik 6,2 persen dibandingkan periode sama 2024.

Sementara impor nonmigas menurut penggunaan barang masih didominasi oleh golongan bahan baku dan penolong dengan nilai mencapai 23,51 miliar dolar AS yang memberikan kontribusi 79,45 persen terhadap total nilai impor Jatim.

Impor golongan barang konsumsi merupakan golongan barang paling mendominasi pada urutan berikutnya dengan nilai 3,56 miliar dolar AS atau berkontribusi sebesar 12,02 persen.

Selanjutnya golongan barang modal merupakan kelompok impor terkecil dengan peranan sebesar 8,54 persen atau dengan nilai mencapai 2,53 miliar dolar AS.

 

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026