Forum Masyarakat Desa/Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengusulkan penambahan kapal motor penyeberangan rute Pelabuhan Jangkar-Lembar (Lombok Barat, NTB) untuk mengurangi antrean truk logistik yang mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
"Selama ini kapal yang beroperasi di lintasan Jangkar (Situbondo)-Lembar (Lombok Barat/NTB) hanya satu kapal sehingga antreannya cukup panjang di luar pelabuhan dan mengganggu aktivitas warga," kata Ketua Forum Masyarakat Desa/Kecamatan Jangkar Junaidi di Situbondo, Minggu.
Ia mengungkapkan telah berkirim surat pengusulan dan dukungan penambahan armada kapal motor penyeberangan khusus di lintasan Jangkar-Lembar kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Junaidi juga meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang yang membawahi Pelabuhan Jangkar yang juga melayani penyeberangan ke beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, itu agar menambah armada kapal motor penyeberangan Jangkar-Lembar.
"Arus mudik balik Lebaran sudah tidak lama lagi, kalau armada kapal rute Jangkar-Lembar belum ditambah, maka jalan raya di Desa Jangkar ini akan semakin sesak, karena truk-truk besar antreannya pasti keluar pelabuhan," kata Junaidi.
Sementara itu, Supervisor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang membawahi Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Slamet Santoso menyampaikan dukungannya untuk penambahan kapal rute Jangkar-Lembar.
"Selama ini masih satu armada yang beroperasi untuk rute Jangkar-Lembar, jadi memang perlu ditambah, karena antrean truk logistik cukup panjang," ujarnya.
Menurut Slamet, sebelumnya ada dua kapal yang beroperasi lintas Jangkar-Lembar, yakni KMP Trimas Laila dan KMP Jambo. Namun, KMP Jambo sudah lama menjalani perawatan dan perbaikan berkala (docking).
"Kapasitas KMP Trimas Laila mampu mengangkut 21 unit truk, dan berlayar dua hari sekali karena hanya satu kapal. Kalau kapal ditambah maka penyeberangan Jangkar-Lembar bisa setiap hari," katanya.
Editor : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026