Pemerintah Kabupaten Lamongan mengintensifkan langkah penanganan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan melaksanakan vaksinasi sapi sehat dan menguatkan edukasi kepada peternak di wilayah setempat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan Shofiyah Nur Hayati mengatakan upaya vaksinasi terus dilakukan untuk menekan penyebaran PMK, disertai pembinaan langsung kepada peternak.

“Saat ini total populasi sapi yang dipantau sebanyak 404 ekor. Dari jumlah tersebut, 74 ekor terkonfirmasi terjangkit PMK, 155 ekor dalam kondisi sehat, 154 ekor telah sembuh, dan enam ekor mati,” katanya saat dikonfirmasi di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu. 

Ia menjelaskan, pada 2026 Kabupaten Lamongan memperoleh bantuan 14.000 dosis vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan untuk bantuan vaksin dari pemerintah pusat masih menunggu penyaluran.

Selain vaksinasi, lanjutnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak melalui pemeriksaan rutin di pasar sapi milik pemerintah daerah. 

"Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sapi yang diperiksa dalam kondisi sehat," jelasnya. 

Pihaknya juga mengintensifkan edukasi kepada peternak terkait pengendalian dan penanganan sapi sakit, termasuk penerapan kebersihan kandang dan pembatasan pergerakan ternak.

Shofiyah menambahkan, untuk memperkuat pengendalian di tingkat desa, dinas setempat telah menerbitkan dua kali surat edaran kepada para camat agar menginstruksikan kepala desa untuk membatasi orang luar masuk ke area kandang ternak.

“Langkah vaksinasi, edukasi, dan pengawasan dilakukan secara terpadu agar pengendalian PMK lebih efektif,” tambahnya. 

Pewarta: Alimun Khakim

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026