Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam bidang kerelawanan, khususnya dalam penanganan kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia, seperti di Sumatra.
Menurut Menkes, berdasarkan pengamatannya secara langsung di berbagai lokasi bencana, relawan Muhammadiyah memiliki karakter dan kapasitas yang membedakan mereka dari relawan lainnya.
“Teman-teman Muhammadiyah ini berbeda. Ketika saya melihat relawan Muhammadiyah di kawasan bencana, mereka sangat tangguh, mandiri, dan memiliki standar kerja yang tinggi,” ujar Budi saat memberikan sambutan dalam Launching Kedokteran & Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), dikutip di Jakarta, Kamis.
Lebih lanjut, dia menilai bahwa Muhammadiyah telah memiliki standar kerja berkelas internasional dalam dunia kerelawanan. Hal itu, ujarnya, dibuktikan dengan perolehan verifikasi oleh WHO kepada Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah. Menurutnya, hal tersebut menjadi keunggulan tersendiri sekaligus modal penting dalam memperkuat sistem penanganan bencana nasional.
Ke depannya, Menkes berharap standar dan etos kerja relawan Muhammadiyah dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi lembaga-lembaga relawan lainnya di Indonesia. Dengan demikian, ucapnya, penanganan kebencanaan dapat berjalan lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.
“Muhammadiyah tidak banyak bicara, tetapi banyak bergerak. Progres Muhammadiyah di dunia kerelawanan sangat luar biasa, dan saya berharap hal ini dapat menular ke seluruh lembaga relawan di Indonesia,” kata dia.
Sebelumnya, Muhammadiyah telah memperkuat persaudaraan dan ukhuwah bangsa melalui konsolidasi gerakan nasional penghimpunan bantuan untuk penyintas bencana di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut).
Pada tahap awal, aksi bantuan Muhammadiyah diberikan dalam bentuk respon tanggap darurat, yang dilakukan oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU).
Setelah asesmen awal dilakukan oleh MDMC, tim menyusun peta lokasi terdampak dan kebutuhan penyintas. Muhammadiyah juga mengerahkan relawan kesehatan yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026