Manajer tim Persela Lamongan Fariz Julinar Maurisal menyatakan mundur dari tim berjuluk Laskar Joko Tingkir usai rencana pertemuannya dengan suporter gagal terlaksana.

“Empat tahun saya merawat klub ini dengan tanggung jawab dan profesional. Namun saya memutuskan pamit undur diri,” ujarnya saat dikonfirmasi di Lamongan, Jawa Timur, Sabtu.

Ia menjelaskan keputusan itu diambil setelah menilai kepercayaan publik terhadap dirinya dan keluarga dalam mengelola klub tidak lagi kuat, sehingga ia memilih menyerahkan kepengurusan kepada pihak yang dinilai lebih siap.

Fariz juga menyampaikan salam perpisahan kepada suporter Persela dan menegaskan kecintaannya terhadap klub serta Kota Lamongan.

“Untuk seluruh suporter, kita sama-sama cinta Persela Lamongan. Keputusan ini saya ambil demi kebaikan klub dan kota ini,” katanya.

Ia meminta maaf apabila selama mengelola tim terdapat kekurangan baik secara lisan maupun tulisan, serta menegaskan komitmennya tetap mendukung Persela di masa mendatang.

Sementara itu, salah satu suporter yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa rencana pertemuan dengan manajer dibatalkan pihak suporter.

“Kami merasa dikhianati keputusan keluarga Fariz yang membeli saham PSIS Semarang. Harusnya fokus membawa Persela kembali ke Liga 1,” katanya.

Sementara kelompok Ultras Curva Boys turut merilis sikap yang menuntut manajemen fokus pada target promosi dan bertanggung jawab atas janji yang telah disampaikan.

Sebelumnya, Fariz menyampaikan bahwa keluarganya resmi menguasai 72,5 persen saham PSIS Semarang melalui istrinya, Datu Nova Fatmawati. 

Pada kesempatan itu, Ia juga menegaskan dirinya hanya pemegang saham minoritas Persela di bawah PT Persela Jaya.

Pewarta: Alimun Khakim

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025