Pemanfaatan Electric Farming di Ngawi
- 10 Oktober 2025 15:35
Petani menyalakan pompa air submersibel berjaringan listrik di Dawu, Ngawi, Jawa Timur, Jumat (10/10/2025). Dinas Pertanian setempat mencatat, kawasan pertanian di Ngawi memanfaatkan inovasi listrik untuk pertanian atau Electric Farming (El farm) melalui Program Listrik Masuk Sawah bersama PT PLN, yang mengoperasikan 22 ribu pompa submersibel untuk mengairi sekitar tujuh hektare per titik sumur, sehingga petani tetap dapat menanam padi saat kemarau dengan indeks pertanaman 2,88 dan produktivitas 7,4 ton per hektare. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto/um
Petani menggotong bibit padi melintas di depan jaringan listrik pompa air submersibel di Dawu, Ngawi, Jawa Timur, Jumat (10/10/2025). Dinas Pertanian setempat mencatat, kawasan pertanian di Ngawi memanfaatkan inovasi listrik untuk pertanian atau Electric Farming (El farm) melalui Program Listrik Masuk Sawah bersama PT PLN, yang mengoperasikan 22 ribu pompa submersibel untuk mengairi sekitar tujuh hektare per titik sumur, sehingga petani tetap dapat menanam padi saat kemarau dengan indeks pertanaman 2,88 dan produktivitas 7,4 ton per hektare. Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto/um