Batik pewarna alami khas Lumajang
- 1 Oktober 2025 15:44
Siswa SMK belajar membuat motif batik tulis menggunakan canting di rumah produksi Rangsang Batik Sae, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025). Rumah produksi batik tulis tersebut mengangkat potensi Lumajang melalui motif pisang, gunung, dan tari topeng dengan pewarna alami yang dipasarkan seharga Rp200 ribu hingga Rp3,5 juta ke berbagai daerah di Indonesia. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Siswa SMK belajar membuat motif batik tulis menggunakan canting di rumah produksi Rangsang Batik Sae, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025). Rumah produksi batik tulis tersebut mengangkat potensi Lumajang melalui motif pisang, gunung, dan tari topeng dengan pewarna alami yang dipasarkan seharga Rp200 ribu hingga Rp3,5 juta ke berbagai daerah di Indonesia. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Perajin menyelesaikan batik tulis di rumah produksi Rangsang Batik Sae, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025). Rumah produksi batik tulis tersebut mengangkat potensi Lumajang melalui motif pisang, gunung, dan tari topeng dengan pewarna alami yang dipasarkan seharga Rp200 ribu hingga Rp3,5 juta ke berbagai daerah di Indonesia. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.
Perajin memperlihatkan batik tulis di rumah produksi Rangsang Batik Sae, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025). Rumah produksi batik tulis tersebut mengangkat potensi Lumajang melalui motif pisang, gunung, dan tari topeng dengan pewarna alami yang dipasarkan seharga Rp200 ribu hingga Rp3,5 juta ke berbagai daerah di Indonesia. ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.