Program Gas Sayang Ibu Lebih Hemat
- 11 Desember 2018 23:53
Seorang warga melakukan pembayaran daun pisang guna bahan kulit lontong disebuah industri lontong rumahan di Kampung Lontong Banyu Urip Lor, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/12/2018). Pelaku industri rumah tangga di kampung tersebut dengan menggunakan gas alam dari Program PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Sayang Ibu, mengaku lebih hemat sekitar 60 persen dibanding menggunakan bahan bakar gas tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Antara Jatim/M Risyal Hidayat/ZK.
Dua orang warga menyelesaikan pembuatan lontong disebuah industri lontong rumahan di Kampung Lontong Banyu Urip Lor, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/12/2018). Pelaku industri rumah tangga di kampung tersebut dengan menggunakan gas alam dari Program PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Sayang Ibu, mengaku lebih hemat sekitar 60 persen dibanding menggunakan bahan bakar gas tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Antara Jatim/M Risyal Hidayat/ZK.
Warga menunjukkan kulit lontong disebuah industri lontong rumahan di Kampung Lontong Banyu Urip Lor, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/12/2018). Pelaku industri rumah tangga di kampung tersebut dengan menggunakan gas alam dari Program PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Sayang Ibu, mengaku lebih hemat sekitar 60 persen dibanding menggunakan bahan bakar gas tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Antara Jati./M Risyal Hidayat/ZK.
Warga menyelesaikan pembuatan lontong di sebuah industri lontong rumahan di Kampung Lontong Banyu Urip Lor, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/12/2018). Pelaku industri rumah tangga di kampung tersebut dengan menggunakan gas alam dari Program PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Sayang Ibu, mengaku lebih hemat sekitar 60 persen dibanding menggunakan bahan bakar gas tabung Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Antara Jatim/M Risyal Hidayat/ZK.