Sentra Kerajinan Batu
- 24 Juli 2013 08:47
Tulungagung (Antara Jatim) - Dua perajin di Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Selasa (23/7) mengupas batu pualam atau batu kali menggunakan gerinda listrik, dan membentuknya menjadi wastafel untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri. Kelesuan pasar akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selama beberapa pekan terakhir membuat volume ekspor aneka kerajinan batu marmer maupun batu kali dari daerah ini turun drastis hingga kisaran 50 persen. Foto Destyan Sujarwoko/13/Oka.