Tradisi Upacara Temanten Tebu PG RMI Blitar

  • Sabtu, 30 Mei 2026 16:33

Seniman melakukan arak-arakan manten tebu lanang (pria) dan tebu wadon (perempuan) saat prosesi tradisi manten tebu yang merupakan tradisi penanda dimulainya masa produksi gula di PG Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2026). Prosesi adat mengawinkan tebu lanang dan tebu wadon tersebut sebagai perwujudan rasa syukur petani tebu atas hasil panen yang melimpah sekaligus sebagai doa agar dapat menghasilkan gula yang berkualitas. Antara Jatim/Irfan Anshori/abs

Wakil Bupati Blitar Beky Herdiansyah (kiri) bersama dengan Wakil Direktur Utama PG Rejoso Manis Indo (RMI) Syukur Iwantoro (tiga kanan) melemparkan manten tebu lanang (pria) dan tebu wadon (perempuan) kedalam mesin penggiling saat prosesi tradisi manten tebu yang merupakan tradisi penanda dimulainya masa produksi gula di PG Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2026). Prosesi adat mengawinkan tebu lanang dan tebu wadon tersebut sebagai perwujudan rasa syukur petani tebu atas hasil panen yang melimpah sekaligus sebagai doa agar dapat menghasilkan gula yang berkualitas. Antara Jatim/Irfan Anshori/abs

Seniman dan sejumlah pekerja melakukan arak-arakan manten tebu saat prosesi tradisi manten tebu yang merupakan tradisi penanda dimulainya masa produksi gula di PG Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2026). Prosesi adat mengawinkan tebu lanang dan tebu wadon tersebut sebagai perwujudan rasa syukur petani tebu atas hasil panen yang melimpah sekaligus sebagai doa agar dapat menghasilkan gula yang berkualitas. Antara Jatim/Irfan Anshori/abs

Berita Terkait