Surabaya - Wakil Gubernur Jatim, Saifulah Yusuf atau yag akrab disapa Gus Ipul mengaku pasrah jika tak didukung oleh partai-partai politik dalam ajang Pemilihan Gubernur Jatim periode 2014-2019. "Kalau misalnya hasil akhir partai-partai politik tidak ada yang mendukung, saya tidak apa-apa dan memahaminya," ujar Gus Ipul kepada wartawan di Surabaya, Senin. Ia mengakui, peta perpolitikan memang sangat menarik dan terus berubah-ubah setiap harinya. Meski sampai saat ini sudah ada beberapa partai politik yang mendukungnya, namun Gus Ipul masih menunggu hasil akhir dari survei. "Partai politik itu menarik, ada pernyataan awal dan pasti ada pernyataan akhir. Tapi memang itulah politik dan apapun partai di Indonesia sekarang sudah semakin dewasa serta mengerti sesuatu," kata mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia tersebut. Sementara itu, disinggung tentang dukungan 14 kiai Nahdlatul Ulama (NU) ketika di Makkah agar pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) kembali bersatu maju di Pilkada Jatim, Gus Ipul tetap menunggu petunjuk dari hasil survei "langit" dan "bumi". Survei "langit" yakni berupa istikharah atau meminta petunjuk untuk memilh sesuatu dari Allah SWT. Sedangkan survei "bumi" yakni melalui lembaga survei terhadap masyarakat Jatim untuk melihat popularitas dan elektabilitas. "Istikharah itu sangat perlu karena kepastian datang dari Tuhan. Untuk survei, kami perlu memastikan bagaimana kehendak rakyat," tukas mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor tersebut. Di samping itu, ia juga enggan berkomentar lebih lanjut tentang dukungan kiai di Makkah karena belum mengetahuinya secara pasti dan hanya perkumpulan para kiai secara spontanitas saat berkumpul bersama. Pihaknya memastikan akan bertemu dan membicarakan lebih lanjut tentang persiapan Pemilihan Gubernur Jatim dengan Soekarwo sepulangnya dari Tanah Suci. "Sekarang Pakde (panggilan Soekarwo, red), sedang menunaikan Ibadah Haji dan konsentrasi beribadah, jadi jangan diganggu dulu dengan urusan duniawi seperti Pilgub ini," tutur politisi yang pernah menjabat Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa itu. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026