Khartoum (ANTARA/Reuters) - Gerilyawan di Darfur Sudan hari Minggu menyatakan membom sebuah ibu kota negara bagian itu, dalam serangan yang hampir tidak pernah dilakukan terhadap markas pemerintah dimana pasukan penjaga perdamaian internasional juga ditempatkan. Pemerintah Sudan belum memberikan komentar mengenai laporan itu dan klaim tersebut juga belum bisa dikonfirmasi secara independen. Juru bicara kelompok pemberontak Gibreel Adam Bilal mengatakan, gerilyawan menembakkan sejumlah roket Katyusha dan senjata berat lain ke El Fasher, ibu kota negara bagian Darfur Utara pada Sabtu. Menurut Bilal, gerilyawan berusaha menghancurkan pangkalan udara El Fasher sebagai pembalasan atas gempuran udara pemerintah dan serangan oleh milisi yang mendukung mereka di Darfur Utara. "Kami tidak bisa tinggal diam di daerah kami menunggu angkatan udara menyerang kami," katanya. Gerilyawan dari kelompok-kelompok kuat Gerakan Keadilan dan Persamaan Hak (JEM) dan Tentara Pembebasan Sudan (SLA) yang setia pada Minni Minnawi mengambil bagian dalam serangan tersebut, kata Bilal. Surat kabar Sudan al-Intibaha melaporkan, tiga roket mendarat sekitar tujuh kilometer sebelah barat El Fasher. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026