Jenewa (ANTARA/AFP) - Organisasi Perdagangan Dunia, Jumat, menyetujui keanggotaan Laos, mengakhiri upaya selama 15 tahun oleh negara komunis kecil Asia Tenggara itu untuk bergabung dengan badan perdagangan global.
Setelah disetujui oleh Dewan Umum, badan yang mewakili 157 anggota, Ketua WTO Pascal Lamy menandatangani protokol aksesi dengan kepala negosiator Laos, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nam Viyaketh.
Setelah disetujui oleh parlemen Laos, negara itu akan secara resmi bergabung pada awal 2013.
"Laos telah menempuh perjalanan panjang sejak memulai jalan menuju keanggotaan pada 1997," kata Lamy.
Laos, salah satu negara termiskin di Asia Tenggara dan satu-satunya di kawasan itu yang belum bergabung dengan WTO, telah menikmati pertumbuhan ekonomi kuat lebih dari tujuh persen per tahun selama dekade terakhir.
Masuk ke klub WTO membawa serta janji meningkatkan volume perdagangan dan mitra dagang baru untuk Laos, serta prospek investasi baru mengalir ke negara itu.
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Laos Thongloun Sisoulith mengatakan bahwa persiapan untuk keanggotaan WTO melibatkan lebih dari sekedar mengubah undang-undang dan peraturan.
"Kami harus mengubah cara kami melakukan bisnis," Sisoulith mengatakan seperti dilansir dalam sebuah pernyataan WTO. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.