London (ANTARA/AFP) - Everton bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah Queens Park Rangers, meski Steven Pienaar diusir pada babak kedua dalam pertandingan yang dimainkan di Loftus Road, Minggu. Gelandang Afrika Selatan Pienaar diusir karena mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-61, namun QPR tidak mampu mengambil keuntungan dari hal itu ketika Everton mengukuhkan posisi mereka di empat besar Liga Utama Inggris. Pasukan David Moyes mampu pulih dari kemasukan gol yang dicetak oleh Junior Holliet, untuk bangkit dan menyamakan kedudukan ketika tandukan Sylvain Distin membentur punggung kiper QPR Julio Cesar untuk menjadi gol bunuh diri. Everton sekarnag unggul satu poin bersih dari tim peringkat kelima Tottenham Hotspur setelah menjalani lima pertandingan di liga tanpa menelan kekalahan, sedangkan QPR, yang masih belum meraih kemenangan di liga musim ini, tetap berada di dasar klasemen. Suasana menjelang pertandingan ini didominasi oleh spekulasi apakah para pemain akan memboikot mengenakan kaus dukungan terhadap kampanye anti rasisme 'Ayo Singkirkan (Rasisme).' Anton Ferdinand dan rekan-rekan setimnya di QPR Shaun Wright-Phillips dan Hoilett memilih tidak mengenakan kaus itu, menyusul sikap yang diperlihatkan saudara kandung Ferdinand, Rio, menjelang pertandingan Manchester United melawan Stoke pada Sabtu. Pasukan Mark Hughes terlihat tidak terganggu dengan kontroversi itu ketika mereka mampu unggul di menit kedua. Kapten Everton Phil Neville gagal mempertahankan penguasaan bola dan bola dapat direbut Hoilett, mantan pemain sayap Blackburn itu kemudian melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi Tim Howard setelah sempat berubah arah karena membentur Leighton Baines. Namun Everton mampu menyamakan kedudukan di menit ke-33 melalui cara yang unik. Pienaar melepaskan tendangan bebas yang disambut tandukan Distin yang membentur tiang gawang dan, dengan Cesar yang masih terbaring di tanah setelah berupaya menghalau bola, bola kemudian memantul, mengenai punggung pemain Brazil itu dan masuk ke gawang QPR.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026