Surabaya - DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan memprioritaskan kader internal partai terlebih dahulu untuk diusung menjadi bakal calon gubernur (Cagub) Jatim mendatang.
Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo, mengatakan, kader-kader potensial di PDIP nanti diminta untuk daftar dalam penjaringan Cagub Jatim, seperti halnya Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji, Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono dan lainnya.
"Arahan bu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) adalah inventarisasi di internal partai dulu. Artinya kader yang dianggap berprestasi dan telah disurvei tingkat elektabilitasnya," katanya saat ditemui di acara undangan jamuan makan bersama Megawati di kediaman Wali Kota Surabaya, Minggu.
Selain itu, lanjut dia, PDIP juga akan membuka komuniksi jaringan dengan masyarakat di Jatim. Diharapkan dengan dibukanya komunikasi itu akan ada tokoh pilihan masyarakat untuk bisa diusung menjadi cagub atau cawagub Jatim mendatang.
"Tokoh tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan kader PDIP," ujarnya.
Saat ditanya apakah PDIP akan kembali mengusung Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Tjahjo mengatakan pihaknya masih menunggu untuk pembahasan lebih lanjut.
"Bulan depan ada proses pendaftaran, apakah mbak Khofifah daftar atau tidak?," katanya.
Untuk mempersiapkan Pilgub Jatim tersebut, lanjut dia, pihaknya meminta kader partai optimal mengawasi jalannya Pilgub, seperti halnya mengecek setiap tempat pemungutan suara (TPS).
"Setiap TPS harus ada saksi. Setiap saksi harus bisa menunjukkan mana yang mendukung partai atau tidak. Jadi setiap daerah harus punya peta," ujarnya.
Ia mencontohkan kemenangan Pilgub DKI Jakarta adalah tidak lepas dari semua itu. "Ini yang kita terapkan di Pilgub DKI Jakarta. Selain itu, kita juga menawarkan jika ingin mempercepat pembangunan harus dengan perubahan," katanya. (*)
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.