Gresik - Belasan warga Pulau Bawean mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk secepatnya mengoperasionalkan kapal dari Gresik menuju Bawean.
Desakan warga itu disampaikan dengan mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Senin dan meminta Kepala Dishub Achmad Nuruddin segera mengeluarkan surat resmi pelayaran dan menunjuk salah satu operator kapal agar bisa melayani rute Gresik-Bawean.
"Kami minta agar pemkab segera mengoperasionalkan kapal, karena tidak ada pelayaran menuju Bawean membuat warga Bawean yang ada di Gresik telantar dan tidak bisa mengunjungi saudaranya," kata Koordinator Warga Bawean Muhammad Effendi.
Menurut dia, desakan itu karena sudah sebulan lebih tidak ada pelayaran menuju Pulau Bawean, sehingga menyebabkan sekitar 1.500 warga kepulauan yang ada di Gresik telantar dan tidak terangkut.
Dikatakan Effendi, warga memberi batas waktu kepada Pemkab Gresik hingga Rabu (10/10) supaya bisa menyediakan kapal Gresik-Bawean.
"Kami akan menuntut Kepala Dishub Gresik Achmad Nurudin untuk turun jabatan apabila tidak bisa menyediakan kapal, sebab sudah tidak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya warga Bawean," katanya.
Menanggapi hal itu, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, mengaku belum memutuskan siapa pemegang operator kapal pelayaran Gresik menuju Pulau Bawean.
Meski demikian, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat Bawean dalam mengatasi masalah pelayaran.
"Dalam koordinasi itu, semuanya sudah saya serahkan kepada masyarakat Bawean mintanya bagaimana akan kita turuti, seperti menggunakan siapa operator kapal yang akan melayani" kata Sambari ketika ditemui di wilayah Tanjung Widoro.
Sebelumnya, Kepala Dishub Gresik, Achmad Nuruddin mengaku, telah menghentikan operator kapal Ekspres Bahari yang selama ini melayani rute dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean.
Penghentian dilakukan sebagai upaya penegasan pemkab terhadap operator kapal yang tidak konsisten melayani rute penyeberangan dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean.
Sehingga, masyarakat Gresik dan Bawean dirugikan miliaran rupiah karena sudah jauh hari memesan tiket penyeberangan, namun beberapa kali tidak dilayani secara konsisten.
"Ada masyarakat Bawean dari Singapura yang memesan jauh hari, namun batal. Hal ini tentu merugikan, seperti halnya masalah visa dan uang tiket," katanya.
Sebagi gantinya, pemkab berencana meminta operator lain seperti Dharma Lautan Utama (DLU) untuk melayani rute Gresik menuju Bawean.
"Kita akan lakukan segera permintaan kepada DLU agar bisa melayani rute Gresik-Bawean," kata Sambari. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.