Surabaya - Sejumlah anggota Komisi E DPRD Jawa Timur mendesak pimpinan komisi segera memanggil Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim terkait hasil mengecewakan pada PON XVIII 2012 di Riau. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Kodrat Sunyoto, Kamis, menyatakan jika pihaknya sudah mendesak kepada Ketua Komisi, Sugiri Sancoko, segera mengundang pengurus KONI Jatim terkait kekalahan kontingan Jatim. "Namun faktanya desakan ini tak pernah direspon. Jujur kami tidak ada niatan untuk mencari kambing hitam, tapi hanya meluruskan serta meminta klarifikasi mengapa hal ini sampai terjadi," ujarnya kepada wartawan di Surabaya. Menurut dia, apa yang dilakukan dewan semata-mata menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas. Artinya, lanjut dia, ketika anggaran yang dicairkan dari APBD Jatim yang notabene milik rakyat maka harus dapat dipertanggungjawabkan. "Apalagi selama ini rakyat Jatim sudah menanti agar mempertahankan juara umum PON. Karena itulah Komisi E perlu memanggil KONI Jatim berikut pengurus cabang olahraga lainnya. Diharapkan akan ada solusi dam tidak ada dusta diantara kita," tukas legislator asal Fraksi Partai Golkar tersebut. Sedangkan Anggota Komisi E lainnya, Kuswanto mengatakan, seharusnya dengan kondisi seperti ini, antara dewan dan KONI Jatim ada komunikasi. Bukan sebaliknya dibiarkan, tanpa ada proses klarifikasi yang jelas. "Ini sangat penting agar masyarakat tidak berprasangka buruk dengan posisi Jatim yang ada di peringkat tiga pada PON XVIII. Permasalahan ini harus segera diluruskan dan dituntaskan agar tidak ada prasangka buruk," kata Ketua Fraksi Hanura Damai ini. Hanya saja, ia mengakui dalam waktu dekat ini akan ada pertemuan antara KONI Jatim dengan Komisi E. Namun dalam agenda apa, pihaknya belum tahu secara detail. "Terlepas dari itu semua, memang harus ada pembedaan pembahasan antara soal perolehan peringkat PON dengan Raperda tentang keolahragaan yang saat ini dibahas Komisi E," tutur Ketua DPW Partai Hanura Jatim itu. Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sugiri Sancoko belum bisa diklarifikasi karena ponselnya tidak aktif ketika dihubungi. Sebelumnya, Komisi E DPRD Jatim berjanji mengevaluasi total prestasi kontingen PON Jatim. Anggota Komisi E Kuswiyanto mengaku akan ada evaluasi total untuk kontingen Jatim serta KONI. Politisi asal PAN itu mengemukakan, KONI Jatim harus memberikan alasan dan penjelasan, mengapa atlet Jatim mengalami krisis prestasi. Di bandingkan gelaran PON sebelumnya, Kontingen Jatim gagal menyamainya. Saat di PON XVII di Kalimatan Timur tahun 2008, atlet-atlet Jatim berhasil memperoleh lebih dari 139 medali emas dan menyabet juara umum. Namun pada PON XVIII, Jatim hanya mampu menempati peringkat ketiga dengan perolehan sebanyak 86 medali emas, 86 medali perak dan 84 medali perunggu dibawah DKI Jakarta dan Jawa Barat. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026