Rumbai, Riau - Kontingen menembak Jawa Timur memborong sepuluh medali emas dan empat medali perak hingga hari keempat pertandingan di arena menembak, Rumbai, Minggu. Menurut Manajer Tim Menembak Jawa Timur, Roesdiarno perolehan ini diluar target karena Jawa Timur sendiri hanya menargetkan lima medali emas pada PON XVIII/2012 Riau. "Kami bersyukur. Tentu saja kami sudah prediksi kemampuan atlet, ada strateginya dan tidak lupa berdoa. Atlet juga kami bekali latihan teknis, fisik, dan meditasi," kata Roesdiarno. Pada hari keempat pertandingan, Jawa Timur meraih tambahan medali emas dari tiga nomor yakni 10 meter "Air Rifle Women Junior" yang dipersembahkan oleh Diaz Kusumawardani dengan total nilai 486, lalu dari nomor 50 meter "Rifle 3 Positions Men" lewat aksi cemerlang Sahurun yang meninggalkan jauh finalis lainnya dengan total nilai 1226.4. Jawa Timur juga unggul di nomor 50 meter "Rifle 3 Positions Men Team" yang diperkuat oleh Sahurun, M. Hasan Basri dan Arianto dengan total nilai 3343. Kontingen menembak Jawa Timur yang terdiri dari 10 atlet senior dan enam atlet junior masih berpeluang meraih tiga medali lagi yang akan dipertandingkan besok, yakni nomor 10 meter Rifle Putra, 10 meter Rifle Putra Team, dan 25 meter "Center Fire Pistol". "Kalau target besok ya kita pasrahkan saja pada Allah, tetapi untuk tim nomor 10 meter Rifle Putra memang yang turun tim kuat kita," ujar Roesdiarno. Padahal pada PON 2008 di Kalimantan Timur lalu, Tim menembak Jawa Timur hanya memboyong tiga medali emas, enam medali perak dan dua medali perunggu. "Itu juga karena atlet kita saat itu tidak banyak, hanya 11 orang," tambahnya. Sementara itu, untuk perolehan medali sementara di cabang olahraga menembak pada posisi kedua ditempati tuan rumah, Riau yang meraih empat medali emas, empat medali perak dan dua medali perunggu. Sedangkan Bali berada di urutan ketiga dengan perolehan medali sementara yakni satu medali emas, dua medali perak, dan lima medali perunggu. Sedangkan DKI Jakarta mengalami paceklik emas, yang menurut salah satu atletnya Inca Ferry Wihartanti, karena persiapan yang kurang baik. "Menjelang PON ini kami latihan sendiri-sendiri, baru dikumpulkan seminggu sebelum berangkat ke sini," kata Inca yang menjadi harapan untuk merebut emas pada pertandingan Senin (17/9) besok pada nomor 50 meter "Rifle Prone Putri".(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026