Bangkinang, Riau - Pasangan pesilat Hamdani dan Moch. Yusuf Effendi asal Jawa Timur meraih medali emas kategori seni nomor ganda putra pada PON XVIII/2012 di Sport Center Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu.
Kedua pesilat asal Jawa Timur tersebut meraih nilai tertinggi 565, sementara medali perak diraih pasangan pesilat Bali dan perunggu oleh pasangan pesilat Kalimantan Selatan.
Pesilat Bali I Made Ari Sudana yang berpasangan dengan I Made Dwi Ardana mendapatkan nilai 564 dan pesilat Ali Dina dan Hamdani dari Kalimantan Selatan mencatat nilai 546.
Pelatih silat Jawa Timur Karyono mengatakan kedua pesilat asuhannya itu sudah mempersiapkan dengan matang menjelang PON XVIII.
"Mereka telah mempersiapkan diri dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang maksimal," kata pelatih kepala pencak silat Jawa Timur itu.
Menurut dia, untuk masa mendatang pihaknya mempersiapkan pesilat muda untuk tampil pada nomor ganda karena usia pesilat yang meraih emas sudah mendekati 30 tahun.
Dia menambahkan kemenangan tersebut berkat kedua pesilat menjalani latihan secara rutin selama beberapa tahun.
Semula pesilat Bali yang diunggulkan karena gerakan tangan kosong dan mempergunakan golok, clurit dan toya (tongkat) dilakukan secara baik dengan semangat hingga tiga menit berakhir.
Pertandingan kategori seni nomor ganda mempertontonkan keserasian gerak dua pesilat selama tiga menit, mereka memperagakan "perkelahian" dengan silat tangan kosong, mengunakan golok dan tongkat serta clurit.
Para pesilat itu memperagakan ketangkasan, kekompakan dan tenaga yang prima di hadapan lima wasit.
Pertandingan final itu diikuti pesilat Anggi Caisairo dan Robbi Darwis (Riau) tampil sesuai undian urutan satu, kemudian disusul pasangan Hendi dan Muhamamd Hamdi (DKI Jakarta). Tampil pula Prisma Hadi Prakoso dan Rian Angga Kusuma (Kalimantan Timur), I Made Ari Sudana berpasangan dengan I Made Dwi Surya Adyana (Bali), Hamdani dan Moch. Yusuf Effendi (Jawa Timur) dan berpasangan dengan Ali Dina dan Hamdani S asal Kalimantan Selatan.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.